350 Polisi Jaga Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Medan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi Lala salah seorang pembunuh satu keluarga di Medan ditangkap polisi di perbatasan Rengat - Tembilahan,  Indragiri Hilir, Riau,  Sabtu 15 April 2017. Dok.  instagram @poldasumaterautara

    Andi Lala salah seorang pembunuh satu keluarga di Medan ditangkap polisi di perbatasan Rengat - Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, Sabtu 15 April 2017. Dok. instagram @poldasumaterautara

    TEMPO.CO, Medan - Polisi melakukan pengamanan berlapis saat rekonstruksi pembunuhan di Medan yang menewaskan lima orang sekeluarga di Jalan Manggaan, Kayu Putih, Lingkungan XI, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin, 8 Mei 2017. Kepala Bagian Operasi Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan Komisaris Pati Siahaan mengatakan dua pleton personel Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumatera Utara didatangkan.

    "Sisanya personel dari Polda Sumatera Utara dan Polres Pelabuhan Belawan. Semua personel berjumlah 350," ujar Siahaan. Personel pengamanan itu ditempatkan di rumah korban dan sejumlah titik lain yang menjadi lokasi reka ulang.

    Baca juga: Kejiwaan Pembunuh Satu Keluarga di Medan Diperiksa

    Berdasarkan pantauan Tempo, rekonstruksi diawali di gerai Indomaret yang letaknya sekitar 500 meter dari rumah korban Riyanto. Adegan berikutnya, Andi Lala dan dua rekannya berhenti di mulut gang menuju kediaman Riyanto. Adegan berikutnya di dalam rumah Riyanto. Saat rekonstruksi di dalam rumah Riyanto, polisi menjaga jalannya reka ulang dengan sangat ketat.

    Rekonstruksi pembunuhan Riyanto dan keluarganya diperagakan Andi Mattalatta alias Andi Lala, otak pelaku pembunuhan keluarga Riyanto. Beberapa adegan diperagakan langsung oleh Andi Lala dari atas kursi roda yang dia gunakan. Adegan demi adegan ditunjukkan Andi saat menghabisi nyawa Riyanto beserta empat anggota keluarganya.

    Simak pula: Terungkap, Ini Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

    Bibi Riyanto yang bernama Iyah tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan keponakannya dibunuh. Iyah yang berada di rumah Riyanto bahkan sempat lunglai karena tak tahan melihat adegan pembunuhan yang diperagakan Andi.

    "Saya tidak sanggup melihat keponakan saya dibunuh. Riyanto anak yang baik," kata Iyah sambil menangis. Dua petugas kepolisian menenangkan Iyah.

    Pada 9 April lalu, warga Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, dikagetkan oleh lima anggota keluarga yang ditemukan tewas terbunuh. Kelimanya adalah Rianto, 40 tahun; isterinya, Yani (35); dua anaknya, Naya (14) dan Gilang Laksono (10); serta mertuanya, Marni (50).

    SAHAT SIMATUPANG



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.