Lima Kasus Kerusuhan Narapidana di Penjara Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. inphotos.org

    Ilustrasi. inphotos.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Kaburnya ratusan tahanan dari Rumah Tahanan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, menambah buruk rapor pengamanan lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Setiap tahun, kerusuhan terjadi di hotel prodeo di sejumlah daerah. Jumlah warga binaan yang melampaui kapasitas dituding sebagai akar masalah. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mencatat jumlah narapidana saat ini lebih dari 215 ribu orang. Padahal total kapasitas lapas di seluruh Indonesia hanya 119 ribu orang.

    Baca: Pungli Picu Napi Pekanbaru Kabur, Yasonna: Perilaku Ini Biadab

    Berikut ini sejumlah kerusuhan di lapas selama lima tahun terakhir.

    22 Februari 2012
    Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan, Bali
    Kapasitas: 330 orang
    Jumlah narapidana: 1.050
    Kejadian: Perkelahian antar-narapidana yang diikuti dengan pembakaran kantor depan lapas, yang diduga dipicu diskriminasi perlakuan oleh petugas
    Akibat: Seorang narapidana tertusuk dan kerugian diperkirakan Rp 5 miliar

    Polisi bersiap mengamankan bentrokan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Bali, 17 Desember 2015. TEMPO/Bram Setiawan

    11 Juli 2013
    Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan
    Kapasitas: 1.054 orang
    Jumlah narapidana: 2.600 orang
    Kejadian: Narapidana berkumpul guna menuntut pasokan listrik untuk mandi dan salat, lalu kerusuhan memuncak setelah ruang administrasi dibakar
    Akibat: Dua sipir dan tiga narapidana tewas

    Batu-batu berserakan di halaman LP Tanjung Gusta akibat kerusuhan narapidana di Medan (11/7). Sejumlah napi yang melarikan diri dapat ditangkap kembali oleh polisi. Tempo/Soetana Monang Hasibuan

    18 Agustus 2013
    Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Labuan Ruku, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara
    Kapasitas: 251 orang
    Jumlah narapidana: 867 orang
    Kejadian: Pemukulan oleh seorang sipir sehingga memicu kemarahan narapidana lain, yang akhirnya membakar bangunan utama lapas
    Akibat: Sebanyak 30 napi melarikan diri dan 444 napi dipindahkan

    17 Desember 2015
    Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Kerobokan, Denpasar
    Kapasitas: 360 orang
    Jumlah narapidana: 1.100 orang
    Kejadian: Perkelahian antarkelompok narapidana
    Akibat: Satu orang tewas

    25 Maret 2016
    Lembaga Pemasyarakatan Malabero, Bengkulu
    Kapasitas: 250 orang
    Jumlah narapidana: 758 orang
    Kejadian:Puluhan narapidana mengamuk setelah seorang penghuni lapas akan dicokok Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu
    Akibat: Lima narapidana tewas dan tiga blok lapas terbakar

    Baca: Ratusan Napi Kabur di Pekanbaru, ICJR: Terbesar di Indonesia

    1 Maret 2017
    Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Jambi
    Kapasitas: 300 orang
    Jumlah narapidana: 1.700 orang
    Kejadian: Kerusuhan terjadi setelah sejumlah narapidana menolak razia narkoba
    Akibat: Tujuh orang luka-luka serta gedung aula dan kantin koperasi hangus terbakar

    Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kualatungkal ketika terjadi kerusuhan di Tanjung Jabung Barat, Jambi , Minggu (20/1). Sejumlah narapidana mengamuk dan membakar beberapa fasilitas di lapas tersebut setelah terjadinya pelarian 56 napi. ANTARA/HO

    EVAN/PDAT | Sumber Diolah Tempo




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.