Siklon Tropis Donna di Tenggara Papua Menunda Kemarau di Jawa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petani menanam biji palawija di areal sawah yang mengering di Indramayu, Jawa Barat, 7 Juli 2015. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Indramayu, kekeringan mencapai 14.689 hektar dan terancam puso. ANTARA/Dedhez Anggara

    Seorang petani menanam biji palawija di areal sawah yang mengering di Indramayu, Jawa Barat, 7 Juli 2015. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Indramayu, kekeringan mencapai 14.689 hektar dan terancam puso. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Bandung - Pengamat cuaca menangkap keberadaan siklon tropis Donna di Samudera Pasifik sebelah tenggara Papua, dengan koordinat 13.8 LS dan  164 BT. Selain menunda awal musim kemarau, efek badai tersebut berpotensi memunculkan cuaca ekstrim.

    Peneliti klimatologi di Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bandung, Erma Yulihastin mengatakan, siklon Donna berpengaruh pada pembentukan pusat tekanan rendah di wilayah Samudera Pasifik. Hal ini mengganggu proses perpindahan daerah konvergensi antar-tropis.

    Baca juga: Cuaca Ekstrem, Ada Dua Badai Tropis Baru Masuk ke Indonesia

    Proses tersebut pada Mei 2017 ini seharusnya sudah mulai berada di utara ekuator atau belahan bumi utara di garis 5-10 Lintang Utara.

    "Kondisi ini juga dapat memicu pembentukan konvergensi di Jawa Barat atau Bandung sehingga berpotensi memunculkan cuaca ekstrem sebagaimana terjadi beberapa kali, yaitu pada 19 dan 23 April, juga 3 dan 4 Mei," kata Erma, Minggu 7 Mei 2017.

    Berdasarkan pantauan liputan awan dan prediksi hujan dari Satellite Disaster Early Warning System (Sadewa) Lapan, cuaca di Bandung pada Senin pekan depan hingga 2-3 hari ke depan masih akan berpotensi mengalami hujan pada sore hari dengan intensitas ringan hingga lebat.

    "Selain itu masih ada potensi terjadinya hujan atau cuaca ekstrem," ujarnya.

    Siklon tropis Donna yang terbentuk sejak awal Mei juga telah berpengaruh terhadap pelemahan angin monsun tenggara. Dampaknya, awal musim kemarau di sebagian besar wilayah selatan Jawa menjadi tertunda.

    "Itu sebabnya selama musim transisi atau peralihan saat ini, masih banyak terjadi hujan bahkan hujan ekstrem," kata Erma.

    Simak juga: Ini Penyebab Hujan Ekstrim di Tanah Air

    Kondisinya, angin monsun tenggara yang berasal dari benua Australia dan melewati Samudra Pasifik mengalami pelemahan. Adapun angin monsun tenggara yang masuk menuju Laut Jawa berubah arah menjadi angin timur laut. Kedua angin tersebut konvergen di Pulau Jawa terutama di Jawa Barat sehingga berpotensi menimbulkan banyak hujan bahkan ekstrem.

    "Kondisi ini diprediksi akan berakhir pada 10 Mei 2017, karena siklon Donna akan meluruh pada 11 Mei dan di belahan bumi utara tepatnya di Laut Tiongkok Selatan dekat Kalimantan," ujarnya.

    Setelah itu wilayah selatan Indonesia akan memasuki musim kemarau yang normal.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.