Senin, 17 Desember 2018

Penyuluh Pertanian Seluruh Indonesia Berkumpul di Aceh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Andi Amran sulaiman (tengah) mengangkat batang padi yang baru dipanennya di Desa Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 25 Februari 2015. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Menteri Pertanian Andi Amran sulaiman (tengah) mengangkat batang padi yang baru dipanennya di Desa Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 25 Februari 2015. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Provinsi Aceh menjadi tuan rumah penyelenggara Temu Profesi dan Kongres Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) –VII. Pertemuan dipusatkan di Taman Budaya Banda Aceh, Ahad 7 Mei 2017.

    Kegiatan tersebut digelar serangkaian dengan pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA)-XV tahun 2017.

    Baca juga:

    Indonesia Butuhkan Puluhan Ribu Penyuluh Pertanian

    Ketua DPW Perhiptani Aceh, Nasaruddin menyebutkan kegiatan temu profesi dihadiri lebih 700 orang dari seluruh Indonesia dan sebanyak 600 orang di antaranya merupakan peserta kongres Perhiptani VII yang terdiri dari unsur DPP, DPW, DPD, maupun penyuluh swasta ataupun swadaya.

    “Melalui temu profesi Penyuluh akan menghasilkan rekomendasi untuk menjamin eksistensi Perhiptani dan menjadi masukan penting dalam kebijakan Pemerintah di bidang penyuluhan pertanian,” kata Nasaruddin.

    Baca pula:

    Kementerian Pertanian Siapkan Program regenarasi Petani

    Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan taraf kesejahteraan petani dan masyarakat di Indonesia umumnya. Kegiatan juga memilih kepengurusan Perhiptani Pusat periode ke depan.

    Sementara itu Ketua Umum DPP Perhiptani, Isran Noor menyanjung semangat masyarakat Aceh yang telah mempersiapkan dengan baik even Penas Petani Nelayan XV tahun 2017 yang di dalamnya termasuk kegiatan temu profesi penyuluh.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".