Jadi 'Dubber' Pesilat Cilik, Jokowi: Ciaat, Uwah, Uwah....  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengikuti Pesta Laut Mappanretasi di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, untuk mensyukuri hasil tangkapan nelayan selama satu musim. TEMPO/Istman

    Presiden Jokowi mengikuti Pesta Laut Mappanretasi di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, untuk mensyukuri hasil tangkapan nelayan selama satu musim. TEMPO/Istman

    TEMPO.CO, Tanah Bumbu - Presiden Joko Widodo mengajukan tantangan berbeda saat hendak membagikan sepeda kepada anak-anak sekolah di Batu Licin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Jika biasanya Presiden mengajukan pertanyaan soal Indonesia, sekarang ia meminta anak-anak mempraktekkan kemampuan ilmu bela dirinya.

    "Yang juara bela diri ayo maju ke depan. Yang juara silat mana?" ujar Presiden Joko Widodo di sela-sela pembagian Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Program Keluarga Harapan di Tanah Bumbu, Ahad, 7 Mei 2017.

    Presiden  berujar bela diri merupakan salah satu bentuk kebudayaan di Indonesia. Ia ingin  melihat sejauh mana anak-anak ikut melestarikan bela diri silat yang asli Indonesia.

    Baca: Jokowi Kunjungan ke Kalimantan Selatan, 1.100 Prajurit Dikerahkan

    Dua laki-laki dan satu anak perempuan maju. Mereka adalah siswa SMA dan SMP di Batu Licin.  Kedua siswa yang maju adalah Dedi dan Rozak. Mereka berdua adalah praktisi silat yang duduk di kelas 9 atau setara kelas 3 SMP.

    Dedi mendapat giliran pertama memamerkan keterampilannya di hadapan Presiden. Usai memasang kuda-kuda, ia langsung mempraktekkan sejumlah gerakan memukul dan menendang. "Ciat, ciat, uwah, uwah, woah...," ujar Presiden Joko Widodo, seolah menjadi dubber untuk setiap gerakan yang dikeluarkan Dedi.

    Simak: Kuis Jokowi Soal 7 Suku di Indonesia, Ketua RT: Suku Solo, Pak...

    Kurang dari setengah menit, Jokowi meminta Dedi mengulangi gerakan-gerakannya. Menurut Jokowi, gerakan Dedi kurang mantap dan terlihat patah-patah.  "Masa gitu aja? Sudah lama gak latihan ya? Kayaknya udah lupa ini," ujar Presiden Joko Widodo terkekeh sambil diikuti tawa warga.

    Setelah Dedi mengulang gerakannya, baru Presiden Joko Widodo memberinya sepeda. Usai Dedi, Rozak mendapat giliran berikutnya. Presiden Jokowi meminta Rozak untuk mempraktekkan silatnya dan tidak kalah dengan sebelumnya. "Yang tadi kayaknya sudah lupa silatnya," ujar Presiden Joko Widodo dengan nada bercanda.

    Lihat: Bertemu Presiden Jokowi, Pimpinan KPK Sodorkan Sejumlah Usulan

    Mendapat perintah dari Presiden Joko Widodo, Rozak langsung melakukan gerakan-gerakan silat. Beberapa pukulan, tangkisan, dan tendangan ia layangkan di depan peserta acara tanpa ragu. "Yak, ciat, ciat, ciat, wah, uwah, uwah," ujar Presiden Joko Widodo, kembali menjadi dubber gerakan-gerakan silat.

    Beruntung bagi Rozak, Presiden Joko Widodo kagum dengan gerakan silatnya. Presiden Joko Widodo tidak lupa janjinya, langsung memberinya sepeda.  "Nah, baru bener ini. Ilmu silatnya jangan dipakai berkelahi ya," ujar Presiden.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.