Kuis Jokowi Soal 7 Suku di Indonesia, Ketua RT: Suku Solo, Pak...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengikuti Pesta Laut Mappanretasi di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, untuk mensyukuri hasil tangkapan nelayan selama satu musim. TEMPO/Istman

    Presiden Jokowi mengikuti Pesta Laut Mappanretasi di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, untuk mensyukuri hasil tangkapan nelayan selama satu musim. TEMPO/Istman

    TEMPO.CO, Tanah Bumbu - Presiden Joko Widodo kembali menggelar kuis berhadiah sepeda saat berkunjung ke daerah.  Dalam sebuah acara di Pantai Pagatan, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Jokowi memanggil ketua RT (Rukun Tetangga) dan seorang pegawai negeri sipil setempat. Kuis Jokowi mengundang tawa para tamu acara bertajuk persa laut itu.

    "Saya enggak bawa sepedanya sekarang, tapi nanti saya kirim dari Jakarta. Dua hari sampai," ujar Presiden Joko Widodo di sela-sela pidato Pesta Laut Mappanretasi di Pantai Pagatan, Tanah Bumbu, Ahad, 7 Mei 2017.

    Baca: Kuis Jokowi, Hadiah Sepeda Dikirim ke Australia

    Untuk kuis kali ini, Presiden Jokowi mengajukan dua pertanyaan berbeda.  Pertama Jokowi minta disebutkan 7 dari 714 nama suku yang ada di Indonesia. Kedua Jokowi minta disebutkan 7 pulau dari 17 ribu pulau di Indonesia.

    Dua orang lantas maju untuk menjawab kuis Jokowi. Orang pertama adalah Ketua RT 03 Pagatan, Muhammad.  Orang kedua Nur Khasanah, pegawai negeri sipil pada Dinas Pemuda dan Olahraga Tanah Bumbu.

    Sebelum menjawab, Jokowi terlebih dulu menggoda keduanya. Kepada Muhammad , misalnya, Presiden Jokowi menanyakan soal layanan apa saja yang diberikan seorang ketua RT. Jokowi juga minta dijelaskan kenapa sering ada keluahan dari warga bahwa ketua RT sulit ditemui.

    Baca: Presiden Jokowi Hadiahi Choky Sitohang Sepeda

    "Masyarakat bilang RT sulit ditemui. Nah, apa jawaban bapak? Waktu tidur, diketok bangun enggak?" tanya Jokowi.

    Muhammad tampak terkejut. Pertanyaan Presiden Jokowi tidak langsung dijawab. Muhammad memilih diam, namun tamu undangan malah tertawa. Tak berapa lama, dengan suara agak terbata-bata, Muhmmad menjawab siap melayani warga.

    Rupanya Presiden Jokowi tidak percaya. "Masa bisa diketok pas tidur, lalu bangun? Bener? Bener enggak?" tanya Jokowi seperti menakut-nakuti Muhammad. Kali ini Muhammad menjawab tegas bahwa ia siap melayani warga siang, sore, dan malam.

    "Bagus. Ketua RT kayak gitu patut dijadikan contoh. Nah, sekarang coba sebut nama tujuh suku di Indonesia."

    Muhammad kebingungan setelah menyebut suku Bugis, Jawa, dan Batak. Baru tiga nama suku, Muhammad tercekat suaranya. Masih ada 4 nama suku yang harus Muhammad sebutkan. Saking bingungnya, Muhammad menyebut, "Suku Solo, Pak..."

    Solo merupakan sebuah kota di Jawa Tengah, yang dulu Jokowi pernah menjadi wali kota di sana. Tentu saja jawaban Muhammad salah. "Wah, ini mentang-mentang dekat saya lalu kemudian jawabnya suku Solo. Enggak ada itu suku Solo," ujar Presiden Jokowi sambil tertawa.

    Muhammad langsung meralat jawabannya. Sayangnya Muhammad kembali membuat jawaban yang salah. "Suku Papua, pak...," jawab Muhammad.

    "Suku Papua itu juga enggak ada. Ya sudah, coba sebutkan satu suku dari Kalimantan yang dari tadi belum disebut," ujar Jokowi. Muhammad dengan lincahnya menyebut suku Dayak.

    Giliran Nur Khasanah yang harus menjawab kuis Presiden Jokowi. "Ada 17 ribu pulau, saya enggak semuanya hapal," ujar Jokowi sambil tertawa.  Nur lantas menyebut Pulau Sebuku, Samosir, Halmahera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Bali, Lombok, Nias, Sewangi, Burung, Papua.

    Dari 7 pulau yang diminta Presiden Jokowi, Nur menjawab dengan menyebut 13 pulau dan benar semua. Nur pun berhak atas kuis berhadiah sepeda. "Tenang, nanti sepeda saya kirim. Langsung dari Jakarta," ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan tamu undangan.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.