Gubernur Aceh Promosikan Kopi dari Kampung Kedua Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kedua kanan) menyalami peserta saat meninjau traktor pertanian buatan PT Pindad seusai membuka Pekan Nasional Petani-Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XV di Banda Aceh, 6 Mei 2017. Acara ini berlangsung dari tanggal 6-11 Mei 2017. ANTARA/Ampelsa

    Presiden Jokowi (kanan) didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kedua kanan) menyalami peserta saat meninjau traktor pertanian buatan PT Pindad seusai membuka Pekan Nasional Petani-Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XV di Banda Aceh, 6 Mei 2017. Acara ini berlangsung dari tanggal 6-11 Mei 2017. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Gubenur Aceh Zaini Abdullah mempromosikan kopi Gayo yang berasal dari kampung kedua Presiden Jokowi dalam acara Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) untuk hari ini. “Khususnya kopi Gayo dari kampung pak Presiden nomor dua,” kata Gubenur Zaini saat memberikan sambutannya, di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu 6 Mei 2017.

    Kampung Presiden yang kedua yang dimaksud adalah Kabupaten Bener Meriah, wilayah penghasil kopi di dataran tinggi Gayo. Wilayah itu sempat ditinggali Jokowi selama empat tahun pada 1990-an.

    Zaini sebelumnya mengajak semua peserta Penas KTNA untuk menikmati berbagai macam kuliner Aceh, selama mengikuti agenda tersebut. Penas KTNA diikuti oleh 35 ribu lebih petani, nelayan, pengusaha dan unsur pemerintah di seluruh Indonesia.

    Para peserta juga diajak untuk melihat budidaya kopi arabika terbesar Indonesia yang ada di Bener Meriah dan Aceh Tengah. “Untuk bisa belajar bagaimana kopi di sana.”

    Zaini meminta seluruh peserta Penas KTNA untuk menjadi duta yang dapat mempromosi Aceh, bahwa wilayah yang pernah dilanda konflik dulunya sudah benar-benar aman dan nyaman. “Warganya juga ramah-ramah, saya atas nama masyarakat Aceh mengucapkan terimakasih yang tak terhingga,” ujarnya.

    Kegiatan itu, menurut Zaini, adalah misi besar bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan bagi petani dan nelayan agar menjadi tuan di negeri sendiri. Impian menjadi tuan rumah Penas KTNA telah lama diinginkan Aceh, karena wilayah paling barat Sumatera itu mempunyai warga yang umumnya petani dan nelayan. “Sektor pertanian dan perikanan merupakan penyerap tenaga kerja paling besar di Aceh,” kata Zaini.

    Sementara itu Ketua KTNA Pusat, Winarno menyebutkan Penas KTNA adalah tempat berkumpul para petani, nelayan, pengusaha, peneliti dan pemerintah untuk belajar dan saling tukar pengalaman.

    Winarno mengharapkan kegiatan tersebut mampu menumbuh-kembangkan minat anak-anak muda dalam membangun usaha dan bisnis di bidang pertanian dan kelautan. “Dalam kesempatan ini juga akan diberikan penghargaan oleh presiden kepada nelayan, petani dan pimpinan daerah yang berprestasi,” katanya.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.