Ssst, Ada Seratusan Karangan Bunga `Bebaskan Ahok` di Mapolda NTT  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah karangan bunga di halaman Balai Kota DKI Jakarta, 3 Mei 2017. Kiriman bunga kali ini bertemakan, dukungan dan doa untuk Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok agar dibebaskan dari segala tuntutan terkait status sebagai terdakwa penistaan agama. Tempo/Avit Hidayat

    Sejumlah karangan bunga di halaman Balai Kota DKI Jakarta, 3 Mei 2017. Kiriman bunga kali ini bertemakan, dukungan dan doa untuk Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok agar dibebaskan dari segala tuntutan terkait status sebagai terdakwa penistaan agama. Tempo/Avit Hidayat

    TEMPO.CO, Kupang - Tidak hanya di Balai Kota Jakarta, karangan bunga dukungan buat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok juga ada di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Karangan bunga atau krans bunga ini meminta kepada hakim untuk memebaskan Ahok dari kasus penistaan agama.

    Warga Kota Kupang yang menamakan dirinya "Aliansi Masyarakat Peduli Cinta Damai" menempatkan seratusan krans bunga berupa dukungan kepada Ahok di Mapolda NTT. Krans bunga tersebut rata-rata bertuliskan "Bebaskan Ahok".

    Baca :
    Nilai Karangan Bunga untuk Ahok Mencapai Rp 1,5 Miliar

    Karangan Bunga untuk Ahok Ini Panjangnya 12 Meter

    Selain dukungan kepada Ahok, ratusan krans bunga yang ditempatkan di empat titik yakni Mapolda NTT, Kantor Gubernur dan Rumah Jabatan Gubernur serta Jalan El Tari juga memberikan dukungan kepada pemerintah dan polisi untuk melawan radikalisme.

    "Krans bunga ini merupakan dukungan kepada pak Ahok yang diduga dikirminalisasi dalam kasus penistaan agama," kata Yanto, warga Kota Kupang, Sabtu, 6 Mei 2017.
    Simak : Gubernur dan Polda NTT Kebanjiran Karangan Bunga Penolak Radikalisme

    Mapolda NTT dan Kantor Gubernur NTT pada Jumat, 5 Mei 2017 kemarin kebanjiran ratusan krans bunga berupa dukungan untuk memerangi radikalisme yang mengancam negara ini.

    "Intinya, krans bunga ini sebagai simbol dukungan terhadap Polri dalam memerangi radikalisme dan berbagai tindakan intoleran yang mengancam keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)," kata Yulius, salah satu anggota Aliansi Masyarakat Peduli Cinta Damai.

    Baca juga : Pungli Disebut Penyebab Nabi di Pekanbaru Mengamuk Lalu Kabur

    Krans bunga sebagai bentuk dukungan ini ditempatkan pukul 04.00-06.00 Wita di empat titik di Kota Kupang. "Ada 100 krans bunga yang akan diletakkan di empat lokasi tersebut," ujarnya.

    Indonesia, menurut dia, sudah terancam dengan berbagai paham radikalisme yang hendak memecah belah NKRI. Karena itu, mereka menolak masuknya paham tersebut di Bumi Flomabora, NTT. "Kami dengan tegas menolak masuknya paham radikalisme di daerah ini," ucapnya.

    YOHANES SEO

    Video Terkait:
    Dukungan Terhadap Ahok Terus Berdatangan, Balaikota Dihiasi 2350 Balon Merah Putih




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.