Polisi Klaim 70 Tahanan Kabur Rutan Pekanbaru Telah Ditangkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tahanan kabur. eclecticblue.org.uk

    Ilustrasi tahanan kabur. eclecticblue.org.uk

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kepolisian Daerah Riau mengklaim berhasil menangkap sekitar 70 tahanan dari 200 lebih tahanan kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Kota Pekanbaru, Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Provinsi Riau.

    "Sudah diamankan sekitar 70 orang dari 200 lebih yang kabur," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Komisaris Besar Polisi Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Jumat, 5 Mei 2017.

    Baca: 200 Tahanan Kabur dari Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru

    Guntur mengatakan, tahanan kabur itu karena akumulasi kekecewaan yang mereka rasakan dan telah disampaikan melalui unjuk rasa. Akhirnya, tahanan keluar sambil berteriak-teriak, lalu mendobrak salah satu pintu dari kamar 2B.

    "Kekecewaan para tahanan terkait dengan adanya pelayanan yang kurang optimal dari lapas. Itu terkait dengan isi jumlah orang dalam satu kamar. Kapasitasnya 361 orang, tapi diisi 1.800 orang," ujarnya.

    Saat ini, sesuai dengan perintah Kapolda Riau, telah dibentuk tim yang bertugas melakukan pemeriksaan di jalan yang mungkin dilewati para tahanan. Personel dikerahkan secara maksimal untuk mengejar tahanan yang masih kabur.

    "Di rutan, kita turunkan satu satuan setingkat kompi dari Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, 2 SSK Brimob Polda Riau, dan 1 SSK dari TNI," ucapnya.

    Baca: Minta Kepala Keamanan Dicopot, Tahanan Rutan Pekanbaru, Lalu Kabur

    Kepolisian mengimbau masyarakat mewaspadai ratusan tahanan kabur tersebut. Sebab, di antara napi itu ada yang merampas sepeda motor warga. Apabila menemukan orang yang mencurigakan, kata Guntur, masyarakat diminta berkoordinasi dengan kepolisian terdekat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.