Wakil Ketua KPK Ungkap Kondisi Terbaru Novel Baswedan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi penyidik KPK Novel Baswedan usai mendapat teror disiram air keras, di Rumah Sakit Mata Jakarta Eyes Center di Menteng, Jakarta Pusat, 11 April 2017. Dok. Istimewa

    Kondisi penyidik KPK Novel Baswedan usai mendapat teror disiram air keras, di Rumah Sakit Mata Jakarta Eyes Center di Menteng, Jakarta Pusat, 11 April 2017. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Makassar - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan penyidik KPK, Novel Baswedan, masih dirawat di General Hospital Singapura. Namun, menurut Alex, kondisi kesehatan Novel semakin membaik, terutama kornea mata yang terkena air keras.

    "Kondisinya (Novel) semakin baik, mulai pulih kesehatannya. Matanya semakin bagus," katanya setelah Rapat Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi Terintegrasi di kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis, 4 Mei 2017.

    Baca juga: Kasus Novel Baswedan Diserang, KPK: Kornea Mata Kian Membaik

    Sepulang dari salat Subuh pada 11 April lalu, Novel diserang dua orang tak dikenal dengan air keras. Akibatnya, Novel harus dirawat di Singapura untuk mengobati matanya.

    Alex mengungkapkan bagian mata Novel mengalami kondisi paling parah sehingga harus dibawa ke Singapura untuk menjalani perawatan. Menurut Alex, mata kanan Novel terlihat ada kemajuan yang signifikan.

    Simak pula: KPK: Jaringan Kornea Mata Kanan Novel Baswedan Sudah Tumbuh

    Sedangkan mata kiri Novel agak lamban perkembangannya. "Mudah-mudahan, dalam jangka waktu tak terlalu lama, (Novel) sudah sembuh," tuturnya.

    Karena itu, kata Alex, diperlukan waktu untuk memulihkan mata kiri Novel. Pemberian obat untuk pemulihan mata Novel pun diperhatikan secara hati-hati agar tidak menimbulkan efek samping yang merugikan.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.