Pembangunan Jalan Tol Brebes-Pemalang, 21 Bidang Lahan Belum Bebas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah Rumah bertahan di lahan yang akan dijadikan jalan tol Brebes-Tegal, Jumat, 16-9-2016. (Tempo/M Irsyam Faiz)

    Sebuah Rumah bertahan di lahan yang akan dijadikan jalan tol Brebes-Tegal, Jumat, 16-9-2016. (Tempo/M Irsyam Faiz)

    TEMPO.COTegal - Pembangunan Jalan Tol Brebes Timur-Pemalang masih terus dikebut pengerjaannya. Jalan tol tersebut rencananya digunakan secara fungsional pada mudik Lebaran tahun ini. Namun hingga kini masih ada lahan yang belum bebas, jumlahnya mencapai 21 bidang.

    Manajer Pengadaan Lahan PT PPTR Wahyu Sukmana mengungkapkan, dari 21 bidang itu, sebanyak 19 bidang berada di jalan utama (mainroad). Sedangkan dua bidang lain berada di akses jalan. “Meskipun belum bebas, masih bisa diatasi dengan membangun jalan darurat di samping kanan-kirinya,” kata Wahyu, Rabu, 3 Mei 2017.

    Baca: Proyek Tol Brebes-Pemalang Kesulitan Gusur Rumah Juragan Warteg 

    Wahyu merinci, sembilan bidang tersebut merupakan tanah wakaf, saat ini sedang dalam proses di Kementerian Agama. Tujuh bidang masih proses kasasi di Mahkamah Agung, termasuk lahan yang di atasnya masih berdiri rumah mewah milik juragan warteg di Desa Sidakaton, Kabupaten Tegal. “Sedangkan tiga bidang masih proses konsinyasi," dia menjelaskan.

    Wahyu menargetkan pembebasan lahan selesai pada pekan kedua bulan ini. "Kalau yang masih proses di lembaga yudikatif, kami hanya bisa menunggu. Informasinya sudah dalam proses pengiriman dokumen. Mudah-mudahan selesai secepatnya," ujarnya.

    Manajer Fisik PT Pejagan Pemalang Toll Road (PPTR) Mulya Setiawan mengatakan, jika digunakan untuk fungsional saat mudik, pembangunan jalan tol sepanjang 37 kilometer tersebut tinggal 15 persen. "Sudah mencapai 85 persen untuk digunakan secara fungsional. Tapi, kalau target operasional, sekarang baru 40 persen," kata Mulya kepada Tempo, Rabu, 3 Mei.

    Baca: Mulai H-10 Lebaran, Jalan Tol Brebes Timur-Weleri Bisa Dilewati Pemudik  

    Sebagai gambaran, kata dia, kondisi jalan tol saat digunakan pada mudik Lebaran nanti hanya dilapisi beton tipis. Lapisan beton itu merupakan lantai kerja dan hanya berukuran 10 sentimeter. Dengan kondisi demikian, kendaraan besar seperti bus dan truk dilarang melintas agar beton tidak rusak. Pengerjaan saat ini sedang berfokus pada pembetonan dan pengurukan. "Selain itu, kami sedang menyelesaikan oprit untuk 13 jembatan, sebagian sudah selesai," katanya.

    Menurut rencana, saat mudik nanti, akan ada empat pintu keluar di sepanjang jalan tol tersebut, di antaranya Ujungrusi, Balamoa dan Warureja di Kabupaten Tegal, serta di Sewaka, Pemalang. Saat mudik, jalan selebar 7 meter itu akan difungsikan satu lajur dari barat (Jakarta) ke timur (Semarang). Sedangkan saat arus balik, jalan tol akan berfungsi sebaliknya. "Kami nanti koordinasi dengan kepolisian dan dinas perhubungan."

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.