Setelah Kalah Pilkada 2017, PDIP Ubah Strategi Pilkada 2018

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera partai PDIP di Pantai Marina meramaikan Rakernas IV PDI Perjuangan di Marina Convention Center, Semarang, 19 September 2014. TEMPO/Budi Purwanto

    Bendera partai PDIP di Pantai Marina meramaikan Rakernas IV PDI Perjuangan di Marina Convention Center, Semarang, 19 September 2014. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Probolinggo - Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kota Probolinggo Haris Nasution mengingatkan agar Pengurus Pusat PDIP aktif turun ke daerah menjelang tahapan pemilihan kepala daerah serentak 2018 mendatang.

    "DPP harus segera turun ke daerah-daerah, jangan sampai mengalami banyak kekalahan, seperti pilkada 2015-2017," kata Haris di Probolinggo kepada Tempo, Kamis, 4 Mei 2017.

    Baca: Menunggu Ketua Umum PDIP Megawati Bicara Pasca Ahok-Djarot Kalah

    Haris memberi masukan itu lantaran PDIP banyak menderita kekalahan pada 2015-2017. Evaluasinya, DPP harus segera turun ke daerah-daerah yang akan melaksanakan pilkada 2018. Haris meminta DPP tidak hanya menerima laporan. "DPP harus melakukan diskresi khusus sehingga tidak mengalami banyak kekalahan seperti pada 2015 dan 2017," tuturnya.

    Haris menuturkan, dalam menghadapi pemilihan Wali Kota Probolinggo 2018 mendatang, PDIP akan menerapkan demokrasi yang hakiki. "Betul, seperti yang diarahkan Ibu Ketua Umum Megawati Sukarnoputri," ujarnya.

    Baca: Bursa Pilgub Jawa Timur 2018, Ada 6 Figur Diunggulkan DPD PDIP

    Dia berujar, DPC PDIP Kota Probolinggo membuka pintu bagi siapa pun yang mau mendaftar. "Yang penting bagi PDIP adalah semangat harus menang," ucapnya.

    Kandidat harus melalui pendaftaran dan penjaringan. "Tidak boleh ada pandangan atau asumsi anak emas, banyak uang, terus jadi calon. Ya, tidak boleh itu. Calon harus berbasiskan massa yang kuat dan dipercaya masyarakat sehingga untuk meraih kemenangan peluangnya besar," katanya.

    Meskipun dia menjabat Ketua DPC PDIP Kota Probolinggo, kata Nasution, tidak harus Ketua DPC yang maju. Dia menjelaskan, dalam konteks Kota Probolinggo dengan jumlah pemilih sekitar 160 ribu, populasi yang tidak besar, ada potensi didominasi dengan kelompok anti-demokrasi.

    Baca: Pilgub Jawa Timur, Gus Ipul Optimis PDIP Masih Kuat Mengakar

    "PDIP akan memberikan sosialisasi atau pemahaman bahwa pilkada bukan semata untuk pilihan, tapi juga bisa menentukan kehidupan di depan," tuturnya.

    Syarat mutlak mencalonkan diri dari PDIP, kata dia, orang itu harus berideologi Pancasila. "Harus menyamakan visi-misi dengan PDIP sebagai partai wong cilik. Itu tidak boleh diingkari, seperti kebanyakan di daerah-daerah lain. Lupa, kemudian kalah," ujarnya.

    Sementara untuk memilih calon yang diusung partai, kata Nasution, menjadi wilayah DPP. "Kalau DPC hanya menyaring, seleksi awal, dan tidak ada mahar," katanya. Setelah itu, direkomendasikan ke DPD dan DPP. "Untuk rekomendasi, menjadi wewenang DPP."

    Baca: PDIP Siap Usung Calon di Luar Kader pada Pilgub Jawa Tengah

    PDIP Kota Probolinggo akan membuka pendaftaran selama dua pekan mulai Jumat, 5 Mei 2017, sesuai dengan Surat Keputusan DPP PDIP. Nasution mengatakan semua diberi peluang untuk maju melalui PDIP, baik dari internal maupun eksternal partai.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Baca: Ziarah ke Makam Bung Karno, Megawati Ajak Djarot dan Budi Gunawan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.