Rektor Universitas Padjadjaran Tak Tiru Unand Soal LGBT

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Rektor Universitas Padjajaran Jatinangor. Universitas Padjadjaran merencanakan akan membangun Taman Sains dan Teknologi di sebelah utara Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor. Sumber : unpad.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    Kantor Rektor Universitas Padjajaran Jatinangor. Universitas Padjadjaran merencanakan akan membangun Taman Sains dan Teknologi di sebelah utara Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor. Sumber : unpad.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Bandung - Universitas Padjadjaran tetap memberlakukan syarat generik bagi mahasiswa baru 2017. Universitas di Bandung dan Jatinangor itu enggan menerapkan syarat baru seperti bebas dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) seperti di Universitas Andalas, Padang.

    Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad mengatakan, penerapan syarat bebas LGBT memerlukan tes khusus. "Bagaimana tahunya seseorang LGBT harus dicek dulu? Untuk ini tidak mudah melakukan tesnya," kata mantan Dekan Fakultas Kedokteran Unpad itu, di Bandung, Rabu, 3 Mei 2017.

    Baca :

    Rektor Unand Ogah Cabut Syarat Mahasiswa Baru Bebas LGBT, Ada Apa?

    Hasil Survei: Orang Indonesia Paling Intoleran pada LGBT

    Karena itu Unpad memilih persyaratan mahasiswa baru yang generik atau umum saja, termasuk surat kesehatan dan surat keterangan kelakuan baik dari kepolisian.

    Syarat khusus seperti tidak ada cacat fisik untuk mahasiswa kebidanan, atau syarat bebas buta warna parsial atau total untuk jurusan tertentu.

    Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung Bermawi Priyatna pun senada. "ITB tidak ada syarat (bebas LGBT) tersebut," kata Bermawi, Rabu, 3 Mei 2017.

    Simak juga : Hak Angket KPK, Ikatan Alumni FH UI Duga Ada Tujuan Terselubung

    Sebelumnya diberitakan, Rektor Universitas Andalas Tafdil Husni mengatakan tidak akan mencabut persyaratan yang mengharuskan calon mahasiswa yang lulus seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2017 bebas dari kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT. Calon mahasiswa barunya harus membuat pernyataan bebas dari LGBT tersebut.

    Menurutnya, LGBT akan berefek negatif terhadap kampus. Selain faktor genetik, LGBT bisa berkembang melalui lingkungan.

    Tri Hanggono mengatakan, syarat seperti itu merupakan otonomi kampus. Ia menghormati keputusan tersebut dan dinilainya sebagai pendekatan preventif atau pencegahan. Namun secara teknis, tidak mudah menetapkan seseorang LGBT atau tidak. "Dokter ahlinya juga, kalau di Unpad ada 6.000 mahasiswa, sulit juga," demikian Tri.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.