400 Sopir Truk di Kalimantan Tengah Protes Kenaikan Harga Pasir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas  Satpol PP merazia truk pengangkut pasir di kawasan  Kali Gendol, Sleman, Yogyakarta, (4/12). Bagi pengendara truk yang tidak memiliki surat lengkap harus menjalani sidang di tempat. ANTARA/ Wahyu Putro

    Petugas Satpol PP merazia truk pengangkut pasir di kawasan Kali Gendol, Sleman, Yogyakarta, (4/12). Bagi pengendara truk yang tidak memiliki surat lengkap harus menjalani sidang di tempat. ANTARA/ Wahyu Putro

    TEMPO.CO, Palangkaraya-Sekitar 400 truk pengangkut  pasir dan tanah urug menutup hampir separuh badan jalan disisi kiri Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu, 3 Mei 2017.  Para sopir truk itu  berunjuk rasa memprotes kebijakan  pemerintah daerah yang  dinilai menetapkan harga eceran tertinggi (HET) tak sesuai  dengan kondisi lapangan. Akibatnya sopir merasa dirugikan

    Dari pantauan di lapangan, aksi unjuk rasa  dimulai dengan tindakan  sopir yang memarkir truk mereka di badan jalan Jalan G. Obos di pintu keluar sisi kiri Kantor Gubernur Kalimantan Tengah di Kota Palangkaraya.

    Baca: Jalur Tegal-Purwokerto Diperbaiki, Truk Dilarang Melintas

    Akibatnya truk yang jumlahnya ratusan  unit itu selain menutup akses keluar kantor gubernur  juga membuat  sebagian besar badan jalan tertutup sehingga kendaraan lain tak bisa melewati jalan tersebut dan harus memutar arah. Ratusan personil Kepolisian lengkap dengan mobil water canon nampak berjaga didepan gerbang kantor yang siang itu tertutup rapat.

    Haryono, koordinator pengunjuk rasa, mengatakan kekecewaan para sopir ini dipicu oleh adanya kenaikan HET  yang diberlakukan pemerintah melalui perusahaan daerah, yakni untuk jenis material pasir yang yang semula  Rp 100 ribu per rit meningkat menjadi Rp 200 ribu per rit.  Satu rit berisi 4 meter kubik pasir atau tanah urug.

    Simak: Bukit Longsor,Timbun 2 Korban, 3 Truk dan Alat Berat

    Kenaikan harga yang mencapai 100 persen  ini  membuat para sopir harus menjual ke konsumen setelah dihitung biaya per kilometer, ongkos bahan bakar hingga keausan kendaraan juga meningkat menjadi Rp 550 ribu per rit dari  harga semula Rp 450 ribu per rit. "Kami jelas keberatan karena bila  demikian yang terjadi maka yang kasihan adalah para konsumen,"ujarnya.

    Hingga berita ini diturunkan ratusan sopir masih berunjuk rasa sambil menunggu hasil mediasi yang dilakukan perwakilan mereka bersama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah  untuk mencari solusi pemecahannya.

    KARANA WW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.