Konvoi Hasil UN SMA di Klaten Brutal, Polisi Dalami Dugaan Klitih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pelajar yang diamankan di Polres Klaten setelah konvoi brutal yang merusak rumah warga, mobil dan motor di jalan, serta melukai sedikitnya sembilan remaja. Tempo/Dinda Leo Listy

    Sejumlah pelajar yang diamankan di Polres Klaten setelah konvoi brutal yang merusak rumah warga, mobil dan motor di jalan, serta melukai sedikitnya sembilan remaja. Tempo/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Klaten - Kepolisian Resor Klaten masih mendalami dugaan adanya keterlibatan kelompok klitih dalam konvoi pelajar yang melakukan aksi brutal di sejumlah wilayah Kabupaten Klaten pada Selasa siang, 2 Mei 2017. Klitih adalah sebutan bagi tindak kriminalitas di kalangan remaja yang belakangan ini sedang marak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

    “Masih kami dalami soal klitih itu. Memang infonya dari tetangga (Kabupaten Sleman, DIY) masuk ke Klaten,” kata Wakil Kepala Polres Klaten Komisaris Hari Sutanto saat ditemui di kantornya pada Selasa petang. Hari mengatakan Polres Klaten juga berkoordinasi dengan Polres Sleman untuk mencegah konvoi serupa terulang.

    Baca: Hardiknas, Kemendikbud Siap Lakukan Reformasi Pendidikan Nasional

    Konvoi puluhan pelajar SMA dan SMK dalam merayakan pengumuman kelulusan di wilayah Kabupaten Klaten pada Selasa siang, 2 Mei 2017, berlangsung brutal. Di sejumlah ruas jalan yang dilalui, gerombolan pelajar itu tidak segan melakukan perusakan tanpa sebab.

    Selain merusak dua mobil dan satu sepeda motor yang dianggap menghalangi konvoi, para pelajar itu melempari rumah warga dan sebuah warung Internet di tepi jalan dengan batu. Tanpa alasan, gerombolan pelajar itu juga melukai sedikitnya sembilan remaja.

    Tiga remaja di antaranya adalah siswa kelas dua SMA Negeri 1 Klaten. Mereka terkena sabetan senjata tajam saat sedang berdiri di depan sekolah. “Syaiful kepalanya dijahit. Juan kena sabetan di lengan. Sedangkan Candra kena sabetan di punggung. Candra masih diopname di rumah sakit,” kata Kepala SMA N 1 Klaten Sudiyono saat dihubungi pada Selasa malam.

    Kepala Kepolisian Sektor Klaten Kota Ajun Komisaris Warsono mengatakan konvoi pelajar itu bermula dari salah satu SMK swasta di wilayah Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. “Ada sekitar 50 sepeda motor, mereka menyusuri Jalan Jogja-Solo. Di SPBU Kebonarum, Klaten, mereka memulai aksi lempar batu,” kata Warsono.
     
    Simak juga: Yogya Darurat Klitih, Polisi Tetapkan 6 Pelajar Jadi Tersangka

    Hingga Selasa malam, Polsek Klaten Kota sudah menangkap 15 pelajar dari Sleman. Adapun total pelajar yang terlibat dalam konvoi dan diamankan di Polres Klaten mencapai puluhan orang. Setelah didata, para pelajar itu diperbolehkan pulang dengan dijemput orang tuanya.

    “Ada beberapa dari Sleman. Saat ini kami masih mencari aktornya,” kata Hari. Selain sepeda motor, polisi mengamankan sebuah kunci pembuka baut roda mobil yang dilempar dan memecahkan kaca mobil. “Belum ditemukan senjata tajam,” kata Hari. Hingga Selasa malam, puluhan anggota Sabhara dan Resmob Polres Klaten masih berpatroli di wilayah perbatasan wilayah Klaten-Sleman mengantisipasi penyusupan kelompok klitih.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.