Istana Jelaskan Alasan Jokowi Sebut Anies saat di Hong Kong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pramono Anung. TEMPO/Imam Sukamto

    Pramono Anung. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernyataan Presiden Joko Widodo di Forum Bisnis Indonesia-Hong Kong pada Senin kemarin, 1 Mei 2017, yang menyebut Anies Baswedan sebagai pemenang pilkada DKI Jakarta, menimbulkan berbagai pertanyaan. Alasannya, Jokowi menyampaikan hal itu padahal Komisi Pemilihan Umum secara resmi belum mengumumkannya.

    Menanggapi hal itu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, mengatakan bahwa Jokowi menyampaikan hal itu untuk memberikan sentimen positif. "Pilkada DKI Jakarta itu begitu tegang tarik-menariknya. Terselesaikannya pilkada DKI Jakarta dengan baik adalah hal yang positif bagi investor," ujar Pramono Anung di Istana Kepresidenan, Selasa, 2 Mei 2017.

    Baca:

    Jokowi Punya Cara Tersendiri Menyakinkan Pengusaha Hong Kong
    Dipuji Jokowi, Anies Baswedan: Kami Akan Terus Berhubungan

    Pramono Anung melanjutkan, dengan memberikan sentimen positif kepada investor, Presiden Jokowi berharap investor tidak takut ke Indonesia. Di sisi lain, kata dia, hal itu menunjukkan bahwa Indonesia sudah cukup dewasa dalam melaksanakan proses demokratis.

    "Dunia selalu melihat ada perbedaan keras di bawah. Dan, Indonesia berhasil menunjukkan kedewasaan dalam pelaksanaan politik demokratis (pikada DKI Jakarta)," ujarnya.

    Dalam Forum Bisnis Indonesia-Hong Kong, Presiden Jokowi tak hanya menyebut Anies sebagai pemenang pilkada DKI. Namun, ia juga mengatakan bahwa Anies sebagai sosok yang mampu memimpin Jakarta.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.