Miryam Ditangkap Saat Menunggu Seseorang di Kemang, Siapa Dia?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Haryani (tengah) mengacungkan dua jempolnya saat dikawal petugas setibanya di gedung KPK Merah Putih, Jakarta, 1 Mei 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Anggota DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Haryani (tengah) mengacungkan dua jempolnya saat dikawal petugas setibanya di gedung KPK Merah Putih, Jakarta, 1 Mei 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK akan menyelidiki alasan politikus Partai Hanura, Miryam S. Haryani, memberikan keterangan palsu setelah polisi menangkapnya di Grand Kemang Jakarta, kemarin. “Penyidik akan mendalami kenapa dia berbohong di pengadilan,” kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif kepada Tempo, Senin, 1 Mei 2017.

    KPK telah menetapkan Miryam sebagai tersangka pemberian kesaksian palsu dalam sidang kasus dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP), 5 April lalu. KPK menuduh Miryam berbohong dengan mencabut keterangan dalam berita acara pemeriksaan dan berdalih mendapat ancaman atau tekanan dari penyidik selama pemeriksaan sebagai saksi. Ia pun mangkir saat dipanggil KPK untuk pemeriksaan sebagai tersangka pada 13 dan 18 April lalu. Akhirnya KPK menetapkan Miryam sebagai buron sejak akhir April lalu.

    Baca juga:

    Miryam S Hariyani Sudah Ditangkap Satgas Bareskrim Polri
    KPK Berkoordinasi dengan Polri Usai Miryam S. Hariyani Ditangkap

    Bareskrim Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya berhasil menangkap Miryam pada Senin dinihari di Jakarta Selatan, bersama adik perempuannya dan sedang menunggu seseorang. "Kami akan dalami orang yang sedang ditunggu mereka,” kata Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan. Ia mengatakan, kepolisian sempat membentuk tim gabungan dengan tim Polres Depok dan kriminal umum untuk mencari DPO Miryam S Hariyani.

    Pengacara Miryam S Hariyani , Mita Mulya, menyatakan belum mendengar kabar tentang penangkapan kliennya saat dihubungi kemarin pagi. Walau begitu, timnya akan segera menyiapkan sejumlah langkah hukum terkait dengan penangkapan Miryam. Mita pun memastikan praperadilan kliennya akan berlangsung sesuai dengan jadwal. “Praperadilan tetap akan berjalan pada 8 Mei mendatang, meski ada penangkapan," ujar Mita.

    MITRA TARIGAN | INGE KLARA SAFITRI | BAYU PUTRA

    Simak:
    Miryam S. Haryani Akhirnya Ditahan KPK Setelah Lima Hari Buron
    Miryam S Hariyani Ditangkap, Pengacara Tidak Diberitahu

    Video Terkait:




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.