Kontroversi Penyaluran Donasi, Cak Budi Jual Aset Operasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kitabisa.com

    Kitabisa.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik akun Instagram @cakbudi_ mengklarifikasi ihwal pembelian mobil Toyota Fortuner dan telepon seluler iPhone 7 dengan uang dari hasil penggalangan donasi. Lewat akun pribadinya, Cak Budi menyampaikan permohonan maaf atas keputusan penggunaan uang donasi yang dinilai tidak transparan.

    “Meski niat saya sepenuhnya untuk melancarkan kegiatan amal, saya paham bahwa tindakan ini tidak tepat karena tidak dikomunikasikan terlebih dahulu kepada donatur,” tulis Cak Budi, kemarin, Senin, 1 April 2017.

    Baca juga:
    Kontroversi Penyaluran Donasi, Kitabisa.com Tutup Akun Cak Budi

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Cak Budi mengatakan akan menjual semua aset yang diperoleh dari uang donasi. Adapun aset yang dimaksud adalah satu unit iPhone 7 dan mobil Fortuner.

    Cak Budi mengatakan dana hasil penjualan tersebut, beserta dana yang masih belum digunakan. Ia akan mengamanahkan seluruh donasi yang terkumpul kepada lembaga amal berskala nasional terpercaya, seperti Dompet Dhuafa atau Aksi Cepat Tanggap.

    Mulai hari ini, Cak Budi mengatakan akan melanjutkan kegiatan bakti sosial tanpa melakukan pengumpulan donasi dari publik. Sedangkan dalam akun Kitabisa.com/cakbudi, dana yang terkumpul tertulis telah mencapai Rp 1,065 miliar.

    “Sesungguhnya niatan Cak Budi hanya untuk kegiatan amal dan berbagi. Mohon bukakan pintu maaf atas tindak laku Cak Budi yang kurang berkenan di hati sahabat. Semoga ini menjadi pelajaran agar Cak Budi dapat menjadi pribadi yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

    Pemberitaan Cak Budi semakin santer terdengar karena ia dianggap tidak transparan dalam penyaluran dana donasi tersebut. Pasalnya, para donatur menilai uang yang disalurkan tidak sebanding dengan dana yang diterima dari mereka. Cak Budi buru-buru mengklarifikasi bahwa pembelian Toyota Fortuner dan ponsel iPhone 7 untuk keperluan operasional.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.