Korban Meninggal Dunia Kecelakaan di Ciloto Bertambah Satu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat bus yang jatuh akibat terlibat  kecelakaan beruntun di Jalan Puncak, Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, 30 April 2017. Kecelakaan beruntun maut di Jalur Puncak sebelumnya terjadi pada 22 April lalu. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Warga melihat bus yang jatuh akibat terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Puncak, Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, 30 April 2017. Kecelakaan beruntun maut di Jalur Puncak sebelumnya terjadi pada 22 April lalu. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Cianjur - Korban meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bertambah satu menjadi 12 orang.

    Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Kepolisian Daerah Jawa Barat Ajun Komisaris Besar Matrius mengatakan satu korban yang meninggal itu sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Cimacam dan dirujuk ke RS Hasan Sadikin, Bandung, akibat luka berat yang diderita.

    "Dalam perjalanan, ternyata Titin meninggal dunia lantaran kondisinya terus melemah," ucap Matrius kepada wartawan saat ditemui di lokasi kecelakaan, Senin, 1 Mei 2017.

    Titin merupakan penumpang angkutan umum yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Saat kejadian, sopir angkutan umum rute Cipanas-Ciloto, Iim Ibrahim, 40 tahun, mengangkut tiga penumpang, termasuk Titin. Angkutan itu terguling setelah dihantam kendaraan lain.

    Sebelumnya, Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Cianjur Ajun Komisaris Erik Bangun Prakasa menuturkan korban meninggal dalam kecelakaan tersebut mencapai sebelas orang, sedangkan yang mengalami luka-luka 25 orang. Kecelakaan ini terjadi setelah bus pariwisata menabrak delapan kendaraan di Ciloto. Sopir bus ikut tewas di lokasi kejadian.

    Baca: 1 Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Puncak, Ini Kronologinya

    Iim kini juga masih dalam perawatan di Ruang Anggrek kelas 2 RSUD Cimacan. Ia terbaring lemas dengan 12 jahitan di sekitar mata kirinya. Dia mengaku terus merasa pusing dan tak begitu ingat persis kejadiannya.

    "Saya bawa tiga penumpang dan tiba-tiba ada yang menghantam sampai angkutan umum yang saya kendarai terguling," ucap warga Kampung Balakang, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tersebut.

    Menurut keterangan polisi, ada empat korban luka berat yang masih dalam penanganan medis.  Hanifah, 35 tahun, yang sedang mengandung, ditangani secara intensif di RS Hasan Sadikin. "Kami harap kondisi mereka membaik," ujarnya.

    Jenazah korban meninggal sudah diambil keluarga masing-masing. Pasien yang mengalami luka ringan dan mendapat perawatan di RS Cimacan sudah dipulangkan sejak semalam.

    Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab kecelakaan itu.

    DEDEN ABDUL AZIZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.