Sempat Ditentang NU, Ceramah Basalamah di Lumajang Berjalan Damai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Cheryl Ravelo

    REUTERS/Cheryl Ravelo

    TEMPO.CO, Lumajang - Ceramah agama oleh Syafiq Basalamah di Masjid Al Huda berlangsung lancar dan kondusif kendati sempat ditentang Pengurus Cabang Nahdhlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang. NU Lumajang mengirim surat permintaan pencegahan ke Kepolisian Resor Lumajang terhadap kedatangan ulama asal Jember itu. "Acara kajian berjalan lancar dan kondusif," kata Ustadz Junaidi, Takmir Masjid Al Huda Lumajang kepada Tempo, Minggu, 30 April 2017.

    Adapun Syafiq Basalamah datang memenuhi undangan warga Lumajang dan sempat juga mengisi acara pengajian di Masjid Al Huda Lumajang, Sabtu sore hingga malam, 29 April 2017. Junaidi tidak datang dalam acara pengajian tersebut. Namun, menurut Junaidi, acara berjalan lancar. Dia mengatakan sempat ada beberapa anggota Bantuan Serbaguna (Banser) datang ke acara tersebut untuk berkoordinasi.

    Baca: 9 Butir Panduan Penceramah Agama: Jangan Mengumpat dan Mencaci

    "Tidak ada masalah. Mereka bahkan kami minta untuk mendengarkan ceramah," Junaidi menambahkan. Pengajian Sabtu sore itu digelar rutin setiap akhir bulan. Junaidi menjelaskan, Syafiq Basalamah sudah berkali-kali mengisi pengajian di Lumajang. Kepada setiap penceramah yang mengisi di Masjid Al Huda, pengurus Takmir Masjid selalu berpesan untuk tidak menyinggung isu-isu yang sensitif yang bisa meresahkan umat beragama.

    "Tidak hanya kepada Ustadz Syafiq Basalamah saja, tapi terhadap semua penceramah kami menyarankan hal yang sama," kata Junaidi.

    Dia melanjutkan, selama menjadi penceramah di Masjid Al Huda, Syafiq Basalamah tidak pernah menyinggung-nyinggung persoalan Khilafah. "Kami tidak pernah dengar itu," ucap Junaidi, Dalam pengajian Sabtu sore lalu, aparat polisi ikut menjaga acara.

    Baca: Menteri Lukman Ingatkan Penceramah: Ajak Kebaikan, Bukan Konfik

    Sebelumnya, Ketua PCNU Lumajang, Syamsul Huda mengatakan pihaknya memang mengirim surat permintaan pencegahan terhadap Polres Lumajang terkait kehadiran Syafiq di Lumajang. Surat permintaan pencegahan itu berdasarkan rapat yang digelar PCNU pada Jumat, 28 April 2017. Syamsul mengatakan berdasarkan pengalaman pada 2016 lalu, kehadiran Syafiq sempat meresahkan masyarakat. Hal ini sebagai antisipasi munculnya penolakan dari elemen-elemen masyarakat yang bisa mengganggu keadaan Lumajang.

    "Yang bersangkutan ini dikenal radikal dalam memberikan ceramah. Dikhawatirkan menimbulkan keresahan," kata Syamsul. Karena itu, pihaknya menentang kehadiran Syafiq Basalamah di Lumajang. Ihwal belakangan kemudian Syafiq tetap memberikan ceramah, Syamsul tak mempermasalahkannya. Dia mengatakan, keberadaan anggota Banser di lokasi pengajian itu untuk memantau isi ceramah Syafiq.

    Baca: Menteri Lukman Berharap Tokoh Agama Jalankan 9 Butir Seruannya

    Ditanya ihwal konsolidasi PCNU dengan pihak penyelenggara acara pengajian tersebut, Syamsul mengatakan, "Itu menjadi wewenang Kepolisian dengan pihak penyelenggara." Dalam surat PCNU Lumajang kepada Kapolres Lumajang yang diperoleh Tempo, menyebutkan ihwal kekhawatiran NU terhadap kehadiran Syafiq Basalamah.

    Surat tersebut menyebut pentingnya menjaga situasi dan kondisi Kabupaten Lumajang dan perlu dikembangkan sesuai dengan harapan masyarakat Kabupaten Lumajang. Disebutkan juga, perlunya menghindari dan mencegah segala kemungkinan yang bisa merusak suasana kerukunan, kedamaian dan toleransi inter dan antar umat beragama.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Baca: Seruan Ceramah Menteri Agama, MUI Beri Satu Catatan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.