Akibat Tabrakan Beruntun, Jalur Puncak Macet 11 Kilometer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Gabungan Satlantas Polres Bogor dan Korlantas Polri mengamati barang bukti salah satu mobil yang ditabrak bus dalam kasus tabrakan beruntun di jalur Puncak, di Subnit Laka, Ciawi, Bogor, 25 April 2017. Kecelakaan ini menyebabkan empat orang meninggal dunia. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Petugas Gabungan Satlantas Polres Bogor dan Korlantas Polri mengamati barang bukti salah satu mobil yang ditabrak bus dalam kasus tabrakan beruntun di jalur Puncak, di Subnit Laka, Ciawi, Bogor, 25 April 2017. Kecelakaan ini menyebabkan empat orang meninggal dunia. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Tabrakan beruntun yang terjadi di di Jalan Raya Puncak, Ciloto, Cipanas, Jawa Barat, menyebabkan kemacetan hingga 11 kilometer dari arah Cianjur menuju Jakarta. Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Kabupaten Ajun Komisaris Hasby Ristama menyebutkan, mereka tengah melakukan upaya pengaturan arus lalu lintas kedua arah, "Termasuk membantu mengirim pasukan untuk melakukan evakuasi di lokasi," kata Hasby, di kawasan Puncak, Minggu, 30 April 2017.

    Baca juga: Jalur Puncak Makan Korban Lagi, Bus Terjun ke Jurang di Ciloto

    Hasby menyebutkan, lokasi kecelakaan berada di kawasan Puncak di wilayah Cianjur. Berjarak sekitar lima kilometer dari wilayah perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur.

    Kecelakaan itu terjadi pada pukul 11.00 WIB, melibatkan satu unit bus dan sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua. Lokasi kecelakaan berada di dekat Restoran Bumi Aki, Puncak.

    Bus pariwisata yang oleng kemudian menghantam mobil Toyota Avanza, dua motor, dan warung yang berada di pinggir jalan hingga terperosok ke jurang lahan perkebunan.

    "Jalur Puncak masih bisa dilalui tetapi karena kondisinya masih padat, masyarakat harap bersabar," kata Hasby.

    Kepala Bindang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan Kecelakaan terjadi ketika bus pariwisata Kitran B-7058-BGA yang diduga mengalami rem blong menabrak sejumlah kendaraan, di antaranya Avanza silver B-1608-BKV dan kendaraan Avanza lainnya. Lalu bus menabrak sejumlah mobil pikap dan beberapa sepeda motor. Bus berakhir masuk ke jurang.

    Laporan awal diinformasikan delapan orang meninggal di lokasi kejadian, dan sekitar 20 orang mengalami luka-luka.

    "Saat ini upaya evakuasi masih dilakukan, petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas, karena ini sedang musim liburan jadi arus cukup padat," kata Yusri.

    ANTARA | GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.