Jaksa Agung Bersyukur KPK Buka Lagi Kasus BLBI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, dan Jaksa Agung HM Prasetyo, saling memberi cendera mata usai menandatangani kerja sama dalam pemberantas tindak pidana korupsi di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, 29 Maret 2017. TEMPo/Rezki A

    Ketua KPK Agus Rahardjo, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, dan Jaksa Agung HM Prasetyo, saling memberi cendera mata usai menandatangani kerja sama dalam pemberantas tindak pidana korupsi di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, 29 Maret 2017. TEMPo/Rezki A

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung M. Prasetyo mengomentari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meneruskan penyelidikan pemberian surat keterangan lunas (SKL) dalam pengucuran Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

    "Kami bersyukur kalau KPK membuka kembali kasus ini, karena dulu kan mulai berhenti di SKL. Nah, sekarang ternyata KPK menemukan fakta dan bukti bahwa SKL itu sendiri dalam pelaksanaannya ada ketidakberesan, lalu didalami KPK. Ya, nanti selanjutnya kami koordinasikan lebih lanjut," kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jumat, 28 April 2017.

    Baca juga: Syafruddin Tumenggung Tersangka BLBI, Sjamsul Nursalim Dibidik

    Saat ditanyai tentang pengejaran buron-buron kasus BLBI, Prasetyo menjawab, sampai saat ini, pihaknya masih dalam proses untuk itu. "Yang berhasil kami eksekusi ya Samadikun Hartono. Yang lain masih kami cari terus," ucapnya.

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menjelaskan kabar terbaru tentang BLBI. Dia mengatakan KPK telah meminta keterangan dan klarifikasi dalam pemeriksaan Menteri Koordinator Perekonomian periode 1999-2000, Kwik Kian Gie, terkait dengan BLBI. “Pemanggilan Kwik Kian Gie adalah proses lanjutan pemeriksaan tahun 2014,” ujar Febri, Senin, 24 April 2017.

    Menurut Febri, pemanggilan beberapa tokoh seperti Kwik dianggap relevan oleh KPK karena ini adalah salah satu perkara penting yang juga ditunggu dan ditanyakan banyak pihak. “Kami cukup concern karena perkara ini diperhatikan publik," kata Febri.

    Ia menuturkan tidak semua perkembangan penyelidikan KPK terkait dengan kasus BLBI dapat diketahui publik karena belum sampai tahap penyidikan. Menurut dia, ada karakter yang membutuhkan analisis data, terlebih bila perkara itu terjadi bertahun-tahun lalu. “Jadi perlu energi lebih untuk proses penanganannya," ucap Febri. KPK, ujar Febri, berjanji menjelaskan perkembangan penanganan BLBI secara lengkap pekan ini. 

    REZKI ALVIONITASARI | ADITYA BUDIMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.