Penjelasan PDIP Kenapa Karangan Bunga untuk Ahok Tak Terbendung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di antara karangan bunga untuk Ahok-Djarot di Balai Kota, Jakarta, 26 April 2017. TEMPO/Amston Probel

    Warga melintas di antara karangan bunga untuk Ahok-Djarot di Balai Kota, Jakarta, 26 April 2017. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris menilai banyaknya kiriman karangan bunga yang diberikan masyarakat kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merupakan hal wajar sebagai bentuk apresiasi. "Hampir semua survei menunjukkan bahwa kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Ahok-Djarot di atas 70 persen," kata Charles di Jakarta, Kamis.

    Menurut Charles, warga Jakarta ingin agar program-program Ahok-Djarot tetap diteruskan oleh pemerintahan baru nantinya.  Soal pernyataan Wakil Ketua DPR Fadli Zon bahwa kiriman karangan bunga untuk Ahok sebagai pencitraan sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang pimpinan DPR.

    Baca: Pedagang Rawa Belong Panen Pesanan Karangan Bunga untuk Ahok

    "Lalu pernyataan Fadli Zon bahwa masyarakat ingin Ahok dipenjara, itu sudah merupakan bentuk upaya intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya.

    Anggota Komisi I DPR itu mempertanyakan klaim Fadli yang selalu mengatasnamakan masyarakat dalam menafsirkan keputusan pengadilan khususnya terkait kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki T. Purnama (Ahok).

    Charles menganggap Pilkada DKI Jakarta sudah selesai, tetapi Fadli Zon masih menunjukkan sikap kekanak-kanakan dengan pernyataan-pernyataannya terkait Ahok. "Atau jangan-jangan Fadli Zon punya agenda lain dengan terus memojokkan Ahok dan menggoreng sentimen SARA," katanya.

    baca:

    Karangan Bunga untuk Ahok: Kami Tanpamu Bak Ambulan Tanpa Uwi-uwi

    Charles juga mengatakan sekarang waktunya fokus membangun Jakarta yang lebih baik.
    Sebelumnya Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengkritik banyaknya karangan bunga yang ditujukan kepada Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat.

    Menurut Fadli Zon dana untuk membeli karangan bunga lebih baik disumbangkan kepada yang membutuhkan. Fadli Zon menyayangkan jika fenomena tersebut direkayasa untuk memberi kesan pencitraan tertentu.

    "Sayang sekali kalau digunakan untuk pencitraan karena saya dengar karangan bunga itu sebagian besar dipesan dari toko yang sama," katanya. Karangan bunga tersebut dipajang di halaman Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

    Baca: Karangan Bunga untuk Ahok Akan Dibiarkan Sampai Layu

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.