Polisi Usut Dugaan Korupsi Dana Bibit Bawang Merah di Brebes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petani membawa sejumlah bawang merah saat panen, di desa Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (29/12). Harga bawang merah saat ini  mengalami penurunan harga secara drastis Rp 8 ribu per kilogram dari Rp. 20ribu per kilogram.TEMPO/Imam Sukamto

    Seorang petani membawa sejumlah bawang merah saat panen, di desa Pejagan, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (29/12). Harga bawang merah saat ini mengalami penurunan harga secara drastis Rp 8 ribu per kilogram dari Rp. 20ribu per kilogram.TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Brebes – Dana bantuan bibit bawang merah di Brebes senilai Rp 5,4 miliar diduga dikorupsi. Bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 yang diberikan pada petani tersebut seharunya berbentuk barang, namun dalam realisasinya dirupakan  uang tunai.

    Kasus dugaan penyelewengan itu sedang diusut oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah. Sejumlah saksi sudah diperiksa termasuk para petani dan pejabat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes. Pemeriksaan dilakukan secara maraton di Mapolres Brebes sejak Senin-Jumat, 24-28 April 2017.

    Baca: Lahan Terendam Banjir, Bawang Merah di Brebes Gagal Panen

    Pada Kamis, 27 April 2016, satu pejabat dari Dinas Pertanian Brebes diperiksa di ruang unit III Satreskrim Brebes berinisial Md. Md merupakan pejabat pembuat komitmen pengadaan bantuan bibit bawang merah tersebut.

    Dia yang juga salah satu kepala bidang di dinas tersebut tiba di Mapolres Brebes sekitar pukul 11.00 WIB, namun baru diperiksa pukul 13.00 WIB. Yang bersangkutan enggan memberikan keterangan kepada awak media.

    Selain itu, belasan petani juga ikut menjalani pemeriksaan. Mereka berasal dari kelompok tani di Kecamatan Wanasari, Tanjung, dan Larangan. Salah seorang petani, Daman, 56 tahun, mengaku menerima bantuan bibit bawang merah sebanyak 3 ton. Bantuan itu sudah disalurkan kepada para petani. “Kalau kami memang menerima dalam bentuk barang,” kata petani dari Desa Luwunggede, Kecamatan Tanjung tersebut.

    Simak: Aneh, Panen Bawang Merah, Harga di Petani Justru Anjlok

    Kasatreskrim Polres Brebes Ajun Komisaris Arwansa tidak berkomentar banyak terkait kasus ini. Sebab, kasusnya ditangani langsung oleh Polda Jawa Tengah. “Kami hanya memfasilitasi, yang menangani dari Polda,” kata dia. Adapun penyidik dari Polda Jawa Tengah tak ada yang bersedia memberikan keterangan.

    Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Brebes Didik Sidik membenarkan bahwa bantuan tersebut memang bermasalah. Menurutnya, ada dua kecamatan yang penyalurannya bermasalah. Yaitu di Kecamatan Wanasari dan Kecamatan Brebes. “Ya kami kecolongan,” kata dia saat dimintai konfirmasi Tempo.

    Lihat: Pemerintah Jamin Impor Hanya Benih Bawang

    Dia menjelaskan dana senilai Rp 5,489 miliar merupakan Tugas Pembantuan dari Pemerintah Pusat yang penyalurannya langsung dan tidak melalui APBD. Proyek pengadaan bibit tersebut dilaksanakan pada 2016 dengan pemenang lelang CV. Jasmin dari Kabupaten Tegal.

    Bantuan tersebut diberikan kepada 33 kelompok tani di 11 kecamatan. Adapun masing-masing kelompok seharusnya mendapatkan 3 kuintal bibit bawang merah. "Kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian," kata dia.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.