Dirjen Lapas: Belajar Pengelolaan Lapas Sampai Arab Saudi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, I Wayan Dusak meresmikan rehabilitasi therapetic community di Lapas Narkotika Jakarta, 10 Mei 2016. TEMPO/Abdul Azis

    Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, I Wayan Dusak meresmikan rehabilitasi therapetic community di Lapas Narkotika Jakarta, 10 Mei 2016. TEMPO/Abdul Azis

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pemasyarakatan I Wayan Kusmiantha Dusak melakukan kunjungan kerja ke lembaga pemasyarakatan di Arab Saudi 19 April 2017 lalu. Dirinya mengaku kunjungannya tersebut adalah untuk belajar bagaimana pengelolaan lapas di sana.

    "Saya kesana bukan umrah tapi mengunjungi penjara di sana. Bagaimana mereka memperlakukan mereka di penjara," kata Dusak, di Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Veteran, Jakarta, Rabu 26 2017.

    Baca juga:
    Napi Lebihi Kapasitas LP, Ini Upaya Dirjen Pemasyarakatan
    Atasi Kekurangan Penjaga, Ditjen Lapas Karyakan Purnawirawan

    Dusak menjelaskan bahwa salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana lapas di sana adalah mengenai ketersediaan bilik asmara bagi warga binaannya. Bilik asmara dinilai menjadi salah satu fasilitas penting dalam lapas.

    Salah satu yang paling dasar adalah kebutuhan biologis. Di Arab Saudi itu ada tempat untuk memenuhi kebutuhan biologis antara narapidana dan istrinya.

    Saat ini lapas di Indonesia masih belum bisa menyediakan fasilitas tersebut. Sebab dinilai masih ada sejumlah permasalahan lain di lapas yang perlu untuk dibenahi.

    "Saya bukannya menolak, tapi enggak sanggup. Kenapa? (Lapas di) Kita tempat tidur saja berebut, apalagi untuk gituan. Kita belum ada Perppu dan SDM-nya belum siap," kata Dirjen Lapas.

    GRANDY AJI  I  S. DIAN ANDRYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.