Setelah SNMPTN, Tip Tembus SBMPTN: Jangan Andalkan Hafalan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebagian peserta melaksanakan ujian SBMPTN berbasis komputer di ITB, Bandung, Jawa Barat, 31 Mei 2016. Panitia Lokal 34 Bandung menyiapkan 2.304 ruangan yang akan digunakan oleh 46.056 peserta ujian seleksi yang tersebar di Bandung sebanyak 218 lokasi dan Tasikmalaya 15 lokasi. TEMPO/Prima Mulia

    Sebagian peserta melaksanakan ujian SBMPTN berbasis komputer di ITB, Bandung, Jawa Barat, 31 Mei 2016. Panitia Lokal 34 Bandung menyiapkan 2.304 ruangan yang akan digunakan oleh 46.056 peserta ujian seleksi yang tersebar di Bandung sebanyak 218 lokasi dan Tasikmalaya 15 lokasi. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN 2017 sudah diumumkan secara online, Rabu, 26 April 2017 lalu. Perguran Tinggi Negeri seluruh Indonesia akan menerima 128.244 mahasiswa melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN, dengan rincian 63.685 kursi untuk ilmu sains teknologi dan 64.559 kursi untuk ilmu sosial humaniora.

    Namun, mereka yang tak masuk SNMPTN  bisa mencoba melalui jalur SBMPTN, bersama siswa didik SMA/SMK/MA yang sedari awal hanya mengandalkan SBMPTN. Ketua Panitia Pusat SNMPTN dan SBMPTN 2017 Ravik Karsidi pada Rabu, 26 April 2017, di Jakarta, mengatakan pendaftaran SBMPTN akan ditutup pada 5 Mei 2017.

    Baca juga:

    Tak Lolos di SNMPTN? Masuk UI Masih Bisa via SBMPTN atau Simak

    "Diimbau kepada peserta yang tidak diterima melalui jalur SNMPTN segera mendaftar SBMPTN. Semakin cepat mendaftar maka akan memudahkan dan memperlancar proses pendaftaran," kata Ravik.

    Terdapat 85 pergurauan tinggi negeri yang terlibat pada SBMPTN dan menyediakan 2.954 program studi dengan 1.563 program studi untuk ilmu sains teknologi dan 1.391 program studi untuk ilmu sosial humaniora.

    Fanny Rofalina, editor blog zenius dalam website zenius.net/blog yang banyak menuliskan tentang persoalan pendidikan mengungkapkan beberapa hal penting untuk bisa menguasai soal-soal SBMPTN nanti. Di antaranya, ia  mengatakan jangan mengandalkan hafalan. “Ini bahaya kalau tetap mengandalkan hafalan untuk diterapkan persiapan ujian SBMPTN dan tes PTN lainnya,” tulisnya dalam blog itu.

    Baca pula:

    Setelah SNMPTN, Giliran SBMPTN Akan Jaring 128.244 Mahasiswa

    Menurutnya, jika sudah mempelajari soal-soal SBMPTN dari tahun ke tahun, akan terlihat jelas bahwa materi SBMPTN tersebut membutuhkan pemahaman konseptual dan kritis terhadap ilmu sains yang terintegrasi. .”Jadi, kalau masih mengandalkan cara belajar menghafal per bab demi kejar setoran tanpa melihat perspektif besar dari ilmu itu sendiri, ada baiknya mulai ubah cara belajar  dari sekarang sebelum terlambat,” tulis Fanny.

    Ketua Panitia Pusat SBMPTN Ravik Karsidi mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pendaftar pula oleh pendaftar menyangkut proses administrasi. "Saat mendaftar online, calon peserta diminta mencetak slip pembayaran," katanya, Rabu 12 April 2017.

    Silakan baca:

    SBMPTN, 10 Perguruan Tinggi Top: ITB Peringkat 1 UGM Nomor 2

    Menurut Ravik, slip tersebut memuat Kode Pembayaran yang diperlukan untuk melakukan pembayaran biaya seleksi. Pembayaran sebesar Rp 200 ribu itu dilakukan di bank yang telah bermitra, yaitu Bank Mandiri, Bank BNI atau Bank BTN. Pembayaran dilakukan dengan membawa slip yang telah dicetak.

    "Pembayaran harus dilakukan paling lambat tiga hari setelah mendaftar," katanya mengingatkan. Jika terlambat, calon peserta harus mengulangi lagi proses pendaftaran dari awal. "Lebih baik jangan terlambat daripada kerepotan," katanya, menjelaskan mengenai rangkaian proses pendaftaran SBMPTN  2017 ini.

    S. DIAN ANDRYANTO  I  AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.