Musim Hujan Molor, Banyak Petani Garam Jawa Timur Ketar-ketir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani garam di Benowo, Surabaya.[TEMPO/ Dwi Narwoko; ]

    Petani garam di Benowo, Surabaya.[TEMPO/ Dwi Narwoko; ]

    TEMPO.CO, Tuban - Para petani garam di Kabupaten Tuban dan Lamongan, Jawa Timur, ketar-ketir akibat molornya musim hujan, dan saat ini tak berani membuat garam.

    Keresahan mereka terkait dengan musim hujan yang mundur berdampak pada terlambatnya musim panen garam yang harusnya akhir April atau awal Mei ini. Hingga akhir April ini, hujan masih kerap terjadi di sejumlah tempat di pesisir pantai utara di Tuban dan Lamongan.

    Baca: Asosiasi Petani Garam Dorong Pemda Miliki BUMD Garam

    Akibatnya, petani kesulitan mengolah tambak untuk jadi lahan pembuatan garam.”Ya, kita sementara berhenti,” ujar Harno, petani garam dari Kecamata Palang, Tuban, pada Tempo, Kamis, 27 April 2017.

    Tak hanya itu, mundurnya panen garam juga berdampak di pasaran. Dalam dua pekan ini, harga garam grasak atau garam nonyodium—kini langka dan harganya naik di pasaran. Harga garam grasak juga naik dari sebelumnya Rp 1.500 per kilogram menjadi Rp 3.000 per kilogramnya.

    Biasanya garam grasak digunakan untuk pelbagai macam, di antaranya digunakan perajin telur asin, untuk merendam telur. Selain itu, pemilik perikanan darat digunakan untuk mengurangi kadar asam air. Bahkan, pengelola kolam renang juga menggunakan untuk bahan tambahan penjernih air. “Ya, langka sejak satu bulan ini,” ujar Rejeki, salah satu penjual garam di Pasar Tuban.

    Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tuban Ampenan mengatakan garam kini langka di areal tambak. Petani cenderung membiarkan lahan tambaknya dan menunggu kepastian cuaca menjadi cerah dan cenderung terik. ”Hujan masih sering turun,” ujar Ampenan pada Tempo, Kamis, 27 April.

    Ampenan menyebutkan, petani garam di Tuban, berada di Kecamatan Palang-berbatasan dengan Kecamatan Brondong, Lamongan. Lokasinya di Desa Pliwetan, Desa Cepoko, Desa Ketambul, dan sebagian di Desa Palang sendiri. Sedangkan lahan garapan garam seluas 275 hektare. Jumlah petaninya sekitar 500 orang, dan sebagian besar merangkap nelayan.

    Simak pula:
    Bursa Pilgub Jawa Timur 2018, Ada 6 Figur Diunggulkan DPD PDIP
    Sidang E-KTP, Seorang Saksi Sebut Keterlibatan Setya Novanto

    Sekarang ini pemerintah pusat tengah membangun kawasan tambak garam terintegrasi di Kabupaten Tuban. Ke depannya, dibangun Sistem Resi Gudang (RSG) Garam, dengan sistem pengelolaan hulu hingga hilir garam.

    Nantinya juga dibangun Sistem Resi Gudang berlabel Standar Nasional Indonesia. Sedangkan yang menanganinya di bawah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan.

    Selain Tuban, ditunjuk daerah lain di pesisir pantai. Seperti Kabupaten Rembang, Demak, Brebes, Jawa Tengah; Sampang, Jawa Timur; serta Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.