SNMPTN 2017, Kemristekdikti Sediakan 80 Ribu Bantuan Bidikmisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) melihat pengumuman di Makassar, Jumat (6/7) malam. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    Sejumlah peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) melihat pengumuman di Makassar, Jumat (6/7) malam. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 101.906 peserta lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017 menurut pengumuman seleksi pada Rabu 26 April 2017. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad mengatakan Kementerian Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyiapkan bantuan biaya pendidikan bagi murid kurang mampu lewat program Bidikmisi.

    "Tahun ini kita menyiapkan 80 ribu bantuan biaya pendidikan Bidikmisi, baik untuk perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta," kata Intan, Kamis, 27 April 2017 di Jakarta.

    Baca : Tak Lolos di SNMPTN? Masih Bisa Masuk UI Via SBMPTN atau SIMAK

    Dia menjelaskan SNMPTN diselenggarakan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada murid bernilai akademik baik untuk masuk perguruan tinggi negeri. "Hasil prestasi siswa di sekolah jadi bahan pertimbangan kelulusan di SNMPTN, seluruh siswa Indonesia dapat berpartisipasi tanpa diskriminasi," kata Intan.

    Ketua Panitia Pusat SNMPTN dan SBMPTN 2017 Ravik Karsidi mengatakan status penerimaan peserta SNMPTN sebagai mahasiswa di perguruan tinggi tujuan akan ditentukan berdasarkan hasil verifikasi data akademik berupa rapor dan portofolio asli serta ijazah atau surat keterangan tanda lulus asli yang ditunjukkan ke perguruan tinggi negeri tempat peserta SNMPTN diterima.

    Simak pula : Tolak Hizbut Tahrir Indonesia, Ratusan Warga Unjuk Rasa di Kupang

    "Kehadiran pada saat registrasi atau daftar ulang pada 16 Mei 2017 menentukan proses verifikasi dan status penerimaan peserta SNMPTN sebagai mahasiswa PTN," demikian Intan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.