Gagal SNMPTN? Tenang, Masih Ada 128.244 Bangku PTN Melalui SBMPTN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). (Komunika Online)[TEMPO/STR/Dian Triyuli Handoko; DH2014061758]

    Sejumlah peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). (Komunika Online)[TEMPO/STR/Dian Triyuli Handoko; DH2014061758]

    TEMPO.CO, Jakarta -  Perguran Tinggi Negeri seluruh Indonesia akan menerima 128.244 mahasiswa melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN, dengan rincian 63.685 kursi untuk ilmu sains teknologi dan 64.559 kursi untuk ilmu sosial humaniora.

    Baca juga: SNMPTN Diumumkan, 101 Rubu Siswa Lolos PTN

    Ketua Panitia Pusat SNMPTN dan SBMPTN 2017 Ravik Karsidi pada Rabu, 26 April 2017, di Jakarta mengatakan pendaftaran SBMPTN akan ditutup pada 5 Mei 2017.

    "Diimbau kepada peserta yang tidak diterima melalui jalur SNMPTN segera mendaftar SBMPTN. Semakin cepat mendaftar maka akan memudahkan dan memperlancar proses pendaftaran," kata Ravik.

    Ada delapan universitas yang baru ikut berpartisipasi pada SBMPTN 2017 di antaranya ISI (Institut Seni Indonesia) di Yogyakarta dan ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Bandung.

    Ada 85 pergurauan tinggi negeri yang terlibat pada SBMPTN dan menyediakan 2.954 program studi dengan 1.563 program studi untuk ilmu sains teknologi dan 1.391 program studi untuk ilmu sosial humaniora.

    Dia juga menjamin tidak ada praktik kecurangan dan kebocoran soal atau pun joki saat ujian SBMPTN. "Kami akan segera menindak jika ada terjadi kecurangan," kata dia.

    Ravik mengimbau orang tua dan siswa untuk tidak percaya kepada seseorang baik dari internal kampus dan dari luar yang menjanjikan dapat memberi kursi perguruan tinggi negeri.

    "Tidak ada yang seperti itu, orang tua dan siswa jangan tertipu," kata dia.

    Baca juga: UGM Terima 1900 Mahasiswa dari Jalur SNMPTN

    Bagi peserta Bidikmisi yang belum diterima SNMPTN 2017 apabila ingin mendaftar SBMPTN 2017 maka akan dibebaskan dari biaya pendaftaran.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.