SNMPTN 2017, UGM Terima 1.993 Mahasiswa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Auditorium Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. (Istimewa)

    Auditorium Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima sebanyak 1.993 calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017. Sebanyak 1.408 kelompok Ilmu pengetahuan Alam (IPA) dan 585 calon mahasiswa kelompok Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

    "Mereka yang diterima berhasil masuk UGM setelah rekam prestasi akademiknya unggul bersaing dengan 33.887 peserta SNMPTN yang mendaftar," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UGM, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D., Rabu, 26 April 2017.

    Baca juga: Setelah SNMPTN, IPB dan Undip Terima Mahasiswa Hafiz Al Quran

    Program studi yang paling banyak diminati di Universitas Gadjah Mada adalah jurusan akuntasi. Tiga jurusan bidang IPA dengan peminat terbanyak adalah Program Studi Farmasi, Pendidikan Dokter, dan Teknik Sipil. 

    Sedangkan untuk bidang IPS, yaitu  Akuntansi, Manajemen, dan Psikologi. Program studi dengan selektivitas tinggi untuk kelompok bidang IPA, yaitu Teknologi Informasi, Statistik, Ilmu Komputer, dan kelompok bidang IPS, yaitu Sastra Inggris, Ilmu Komunikasi, dan Manajemen.

    Ia menambahkan setelah ‎dinyatakan diterima di UGM, calon mahasiswa harus mengisi biodata yang tersedia di laman penerimaan mahasiswa baru. Yaitu di  um.ugm.ac.id.  dan harus mengunggah dokumen yang disyaratkan pada tanggal  28 April 2017 jam 17.00 sampai 5 Mei jam 23.59 WIB. 

    "Siapkan dokumen yang akan diunggah seawal dan sebaik mungkin, supaya bisa mengisi biodata secara baik dan akurat," kata Iwan.

    Menurut juri bicara Universitas Gadjah Mada Iva Aryani, calon mahasiswa yang diterima via jalur SNMPTN juga wajib mengikuti Academic English Proficiency Test (AcEPT) pada 16 Mei 2017.  Hal itu sebagai salah satu syarat registrasi. Lokasi dan waktu tes dapat dilihat melalui akun yang dimiliki masing-masing calon mahasiswa.

    MUH SYAIFULLAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa