Sidang Pembunuhan Siswa SMA Taruna Nusantara, 16 Saksi Diperiksa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjagaan SMA Taruna Nusantara Magelang diperketat setelah peristiwa pemunuhan siswanya. TEMPO/Bethriq Kindy arrazy

    Penjagaan SMA Taruna Nusantara Magelang diperketat setelah peristiwa pemunuhan siswanya. TEMPO/Bethriq Kindy arrazy

    TEMPO.CO, Magelang – Sidang hari kedua kasus pembunuhan siswa SMA Taruna Nusantara, Krisna Wahyu Nurachmad, 15 tahun, yang berlangsung di Pengadilan Negeri Mungkid, Kabupaten Magelang, memeriksa 16 saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum.

    Bagian Humas Pengadilan Negeri Mungkid, Eko Supriyanto di Magelang, Rabu, 26 April 2017, menyebutkan ke-16 saksi tersebut terdiri atas tiga saksi karyawan Carrefour Artos Mall Magelang dan 13 siswa SMA Taruna Nusantara.

    Baca juga: Sidang Pembunuhan Siswa SMA Taruna Nusantara, Agendanya Pemeriksaan 13 Saksi

    Terdakwa AMR, 16 tahun, seperti dalam persidangan sebelumnya, didampingi oleh penasihat hukum Agus Joko Setiono dan Sofyan Kasim serta kedua orang tuanya. Dalam persidangan anak tersebut, jaksa penuntut umum dan majelis hakim serta penasihat hukum tidak memakai jubah dan atribut di persidangan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

    ”Sesuai dengan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, baik penasihat hukum, majelis hakim, maupun jaksa harus mengenakan pakaian biasa dan tidak memakai atribut persidangan layaknya terdakwa dewasa,” tutur Eko.

    Ia mengatakan, dari 13 saksi anak, empat saksi didampingi orang tuanya, sedangkan saksi lain didampingi oleh pamong dan pekerja sosial. “Para saksi yang dihadirkan adalah mereka yang melihat, mendengar, dan mengalami sendiri peristiwa terkait dengan perkara yang disidangkan,” ujarnya.

    Simak pula: Pelaku Pembunuhan SMA Taruna Nusantara Menjalani Sidang Perdana

    Penasihat hukum terdakwa AMR, Agus Joko Setiono, mengatakan, dalam persidangan, ada enam saksi anak yang dimintai keterangan saat di Carrefour dan tujuh anak ditanyakan kesaksian mereka di sekolah.

    ”Hubungan para saksi dengan pelaku selama ini baik, tidak ada masalah. Reaksi terdakwa atas kesaksian para teman-temannya dibenarkan. Para saksi tidak ada yang mengetahui saat pelaku mengeksekusi,” katanya.

    Hubungan baik para saksi dengan terdakwa, kata Agus, tampak ketika sebelum bersaksi mereka saling menyapa, bersalaman, dan berangkulan. Demikian halnya setelah selesai, mereka juga saling berjabat tangan.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.