Jadi Saksi Kasus E-KTP, Farhat Abbas Mengaku Heran Dipanggil KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Farhat Abbas. Dok. TEMPO/Hermansyah

    Farhat Abbas. Dok. TEMPO/Hermansyah

    TEMPO.COJakarta - Pengacara Farhat Abbas memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 26 April 2017. Pemanggilan Farhat sebagai saksi atas dugaan kesaksian palsu dalam kasus korupsi e-KTP dengan tersangka Miryam S. Haryani, anggota DPR.

    "Saya dapat panggilan sebagai saksi dalam perkara yang dilakukan oleh tersangka MSH," ujar Farhat, di gedung KPK Jakarta. "Seharusnya 21 April 2017. Berhubung saya ada kegiatan di Palembang, dijadwalkan hari ini, Rabu, pukul 10.00 WIB."

    Baca: 
    Ini Daftar Nama Terduga Penerima Duit E-KTP

    Farhat tiba di gedung KPK pada pukul 10.45 WIB. Dia mengaku belum mengetahui alasan penyidik KPK memanggilnya sebagai saksi. Dia menduga, Elza Syarief, pengacara yang ia dampingi, menyebut dirinya mengetahui dugaan sejumlah orang yang menekan Miryam, politikus Partai Hanura. 

    "Saya heran juga, beberapa kali saya mendampingi Elza, kok saya dipanggil?" kata Farhat yang berjanji kooperatif. "Saya bukan anggota DPR, saya pengacara saja. Saya tidak tahu, tapi mungkin Bu Elza mengaku mengenal beberapa orang tersebut karena merupakan teman-teman saya."

    Baca: 
    Suap E-KTP Mengalir sampai Jauh 

    Elza Syarief sebelumnya memenuhi KPK pada Rabu, 5 April 2017. Dia datang sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.
    Nama Elza sempat disebut dalam sidang korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, Kamis, 30 Maret 2017. 

    Saat persidangan, jaksa mempertanyakan pertemuan Miryam Haryani, yang menjadi saksi, dengan Elza beberapa waktu sebelum persidangan korupsi e-KTP dimulai.

    Dalam berkas dakwaan, Miryam diduga menerima dan menyalurkan duit dari proyek e-KTP senilai Rp 5,83 miliar ke Senayan. Miryam juga diduga menampung duit Rp 7 miliar pada 2010-2012 dan dibagikan ke pimpinan ataupun anggota Komisi Pemerintahan DPR. Miryam sendiri disebut menerima duit US$ 23 ribu atau sekitar Rp 220 juta. 

    GRANDY AJI | PRUWANTO

    Video Terkait:
    Brebes Baru Terima 10 Ribu Blangko e-KTP dari Total Kebutuhan 75 Ribu Lebih


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Pembala Jatuh, Marc Marquez Jaya di Catalunya, Barcelona

    Marc Marquez memenangi seri ketujuh balapan MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona pada 16 Juni 2019 yang diwarnai jatuhnya empat pebalap unggulan.