Ribuan Siswa Aceh Ikuti Belajar Simulasi Gempa Bumi dan Tsunami  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa berlarian dari ruang kelas dalam simulasi bencana tsunami dan gempa bumi di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Banda Aceh, 15 Desember 2014. Ulet Ifansasti/Getty Images

    Siswa berlarian dari ruang kelas dalam simulasi bencana tsunami dan gempa bumi di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Banda Aceh, 15 Desember 2014. Ulet Ifansasti/Getty Images

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Sebanyak 3.000 lebih siswa dari beberapa sekolah di Banda Aceh dilibatkan dalam simulasi bencana gempa dan tsunami dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), Rabu, 26 April 2017. Acara dipusatkan di Museum Tsunami Aceh dan beberapa titik gedung penyelamatan lain.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh Fadhil mengatakan simulasi tersebut dilakukan untuk menguji kesiapan siswa dan masyarakat jika terjadi gempa dan tsunami. “Siswa dilibatkan agar mereka tahu cara menyelamatkan diri,” katanya, Rabu, 26 April 2017.

    Baca: Gempa Tasikmalaya, BPBD: 43 Rumah dan 3 Masjid Rusak

    Menurutnya, skenario bencana diawali dengan gempa yang terjadi pukul 09.45. Setelah itu, pukul 10.00, sirene tsunami yang terletak di beberapa lokasi di Banda Aceh dan Aceh Besar berbunyi secara serentak. Informasi kemudian disebar ke seluruh Aceh melalui radio dan pesan pendek.

    Siswa yang sekolahnya berada di sekitar Lapangan Blang Padang kemudian menuju Museum Tsunami untuk menyelamatkan diri. Museum itu juga berfungsi sebagai gedung penyelamat yang dapat menampung 3.000 orang di atasnya.

    Wakil Kepala Sekolah SMP 1 Banda Aceh Syarifah Nargis mengatakan simulasi diikuti seluruh siswa sekolahnya, yang berjumlah sekitar 700 orang. “Sebagian anak-anak sudah paham karena sekolah kami rutin melakukan kegiatan simulasi,” ujarnya. Sekolah letaknya bersisian dengan Lapangan Blang Padang, tepatnya di depan Museum Tsunami.

    Simak pula: Penyebab Dewan Adat Beri Gelar Kehormatan untuk Wapres Jusuf Kalla

    Menurutnya, sekolahnya tidak ada kegiatan belajar di dalam ruangan seperti biasa. “Semua anak-anak diajak belajar siaga bencana,” tuturnya.

    Selain siswa, simulasi juga diikuti warga secara mandiri di pesisir Banda Aceh dan Aceh Besar. Misalnya, 300 warga di Gampong (Desa) Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, yang juga mengikuti simulasi. Gampong Pande adalah salah satu desa tangguh bencana di Aceh.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Yusmadi mengatakan simulasi yang diinisiasi secara nasional oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini melibatkan 155 ribu lebih peserta di Banda Aceh dan Aceh Besar.

    Warga secara mandiri ikut melakukan simulasi dengan menyelamatkan diri ke escape building setelah mendengar sirene tsunami yang dipasang di enam titik di Banda Aceh, di Kantor Gubernur Aceh, di Gampong Kajhu, Gampong Lampulo, Gampong Blang Oi, Gampong Lam Awe, dan kawasan Lhoknga.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RZWP3K

    Sebanyak 21 provinsi telah menerbitkan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil yang dianggap tak berpihak pada nelayan.