Penyerang Novel Belum Terungkap, Wakapolri: Kasus Seperti Cuaca

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Kepala Polri (Wakapolri) yang baru Komisaris Jenderal Syafruddin bersiap mengikuti pelantikan di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 10 September 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Kepala Polri (Wakapolri) yang baru Komisaris Jenderal Syafruddin bersiap mengikuti pelantikan di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 10 September 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Syafruddin menargetkan kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, diselesaikan dengan cepat. Namun, dia tak menampik bahwa penyelesaian kasus itu masih membutuhkan waktu.

    "Ya bagaimana perkembangan investigasi saja. Itu kan seperti cuaca, bisa (selesai) cepat bisa tidak," ujar Syafruddin saat ditemui di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Selasa, 25 April 2017.

    Baca: Kabar Kesehatan Novel Baswedan, 13 Hari dalam Perawatan

    Dia tak memasang target waktu untuk mengungkap pelaku yang menyiram air keras ke wajah Novel pada 11 April 2017. Namun, Syafruddin memastikan polisi akan bergerak cepat.

    "Dari awal saya bilang secepatnya. Kan anda tahu dari hari pertama kejadian, saya sudah perintahkan Kepala Polda Metro ungkap secepatnya," tutur Syafruddin.

    Kepolisian sempat menginterogasi dua orang yang diduga menguntit Novel. Dua orang orang yang belakangan diketahui adalah informan polisi itu sempat terekam kamera warga sekitar rumah Novel di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Keduanya lolos dari kecurigaan karena memiliki alibi saat Novel diserang.

    Baca: Jusuf Kalla: Polisi Serius, Tak Perlu TPF Kasus Novel Baswedan

    Kelompok masyarakat sipil mempertanyakan lambatnya penyelesaian kasus tersebut. Keraguan itu berujung pada desakan agar pemerintah membentuk tim pencari fakta.

    Saat ini, Novel masih menjalani perawatan di Singapore National Eye Centre (SNEC). Dia dibawa ke Singapura pada 12 April 2017, setelah sempat dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Jakarta.

    YOHANES PASKALIS

    Baca: KPK: Teror dan Ancaman Tak Pengaruhi Penyidikan E-KTP  


     

     

    Lihat Juga