Kalla Prediksi Asian Games 2018 Dapat Sponsor Rp1,5 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) didampingi Menpora Imam Nahrawi (kedua kanan), Ketua Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) Erick Thohir (kanan), dan Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin (kiri) meninjau perluasan arena menembak di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatra Selatan, 8 April 2017. ANTARA/Nova Wahyudi

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) didampingi Menpora Imam Nahrawi (kedua kanan), Ketua Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) Erick Thohir (kanan), dan Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin (kiri) meninjau perluasan arena menembak di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatra Selatan, 8 April 2017. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengarah Asian Games 2018 sekaligus Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, optimistis perhelatan olahraga seluruh Asia tersebut segera mendapat sponsor. Jika tidak ada aral melintang, kepastian dukungan sponsor sudah bisa didapatkan dalam 1 - 2 pekan ke depan.

    "Sudah banyak yang berminat. Kami harap bisa mencapai kira-kira Rp1,5 triliun," ujar Jusuf Kalla saat memberikan keterangan pers di Kantor Wakil Presiden, Selasa, 25 April 2017.

    Baca: Teken Perpres Asian Games 2018, Ini Pesan Presiden Jokowi

    Hingga saat ini, dana untuk pelaksanaan Asian Games 2018 masih mengalami kekurangan. Sebab, pemerintah hanya mampu menyediakan dana Rp500 miliar dari perkiraan dana penyelenggaraan yaitu minimal Rp4 triliun dan maksimal Rp8 triliun.

    Panitia penyelenggara atau INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Committee) berusaha menutupi kekurangan itu dengan mencari sponsor sebanyak-banyaknya. Beberapa waktu lalu, mereka mengklaim bahwa sudah ada belasan calon sponsor yang mereka jajaki dengan potensi suntikan dana segar mencapai triliuan.

    Baca: Teken Perpres Asian Games 2018, Ini Pesan Presiden Jokowi

    Jusuf Kalla berkata, mendapatkan keyakinan sponsor untuk menyuntikkan dana segar ke Asian Games akan makin mudah ke depannya karena sudah ada payung hukum. Payung hukum itu berupa Peraturan Presiden perihal pengadaan barang dan jasa untuk Asian Games, yang diteken Presiden Joko Widodo pada pekan lalu.

    Tanpa Perpres itu, kata Jusuf Kalla, panitia tidak memiliki dasar hukum untuk menggaet sponsor. Oleh karenanya, baru sekarang dia optimistis sponsor akan mulai berdatangan mendukung Asian Games.

    Baca: Menteri Puan Maharani: Infrastruktur Asian Games Capai 38 Persen

    "Akan ada sponsor internasional maupun domestik. Internasional itu diurus oleh OCA (Olympic Council of Asia) sementara dalam negeri tentu oleh Indonesia," ujar Jusuf Kalla.

    Jusuf Kalla mengingatkan kerja sama dengan sponsor tidak akan langsung diikuti dengan pencairan dana. Sesuai aturan OCA, dana sponsor baru boleh digunakan ketika penyelenggaraan Asian Games dibuka.

    "Alasannya agar jangan terima sponsor dulu tapi kemudian Asian Gamesnya batal. Itu sudah aturannya," ujar Jusuf Kalla mengakhiri.

    ISTMAN MP

    Video Terkait:
    Wapres Jusuf Kalla Tinjau Proyek Pembangunan Venue Asian Games 2018


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.