LPSK Akan Bantu KPK Lindungi Saksi-saksi Kasus Korupsi E-KTP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penanggung Jawab Bidang Hukum Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Lili Pintauli Siregar. TEMPO/Seto Wardhana.

    Penanggung Jawab Bidang Hukum Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Lili Pintauli Siregar. TEMPO/Seto Wardhana.

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah, mengatakan teror yang menimpa penyidik utama Novel Baswedan tak menghentikan pengusutan megakorupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Dua pekan sejak Novel tak bekerja, KPK tetap memanggil sejumlah saksi perkara itu. “Kami tetap bekerja, baik penyidikan maupun pengembangan kasus,” kata Febri, kemarin.

    Belakangan beredar kabar bahwa teror tak hanya dialami penyidik KPK, tapi juga para saksi yang memberikan keterangan di persidangan e-KTP. Salah satunya diduga menimpa Direktur PT Java Trade Utama, Johanes Richard Tanjaya, yang dalam sidang e-KTP pada Kamis pekan lalu mengungkapkan adanya jatah 7 persen dari nilai proyek untuk Setya Novanto.

    Baca juga:

    KPK: Teror dan Ancaman Tak Pengaruhi Penyidikan E-KTP
    Kabar Kesehatan Novel Baswedan, 13 Hari dalam Perawatan

    Seusai persidangan itu, Johanes memang dibawa ke KPK dengan pengamanan khusus, meski surat panggilan pemeriksaan biasanya dikirimkan lembaga antirasuah tiga hari sebelumnya. Febri mengatakan bos perusahaan peserta lelang proyek itu dimintai keterangan untuk kepentingan penyidikan Andi Agustinus. “Kami belum mendapat informasi tentang ancaman itu,” kata Febri.

    Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Lili Pintauli Siregar, mengatakan akan membantu KPK melindungi saksi kasus megakorupsi e-KTP ini sesuai dengan mekanisme. Namun hingga kini lembaganya belum menerima permohonan dari para saksi e-KTP yang meminta perlindungan. “Kami terus memantau jalannya kasus ini,” kata Lili. “Kami siap bila ada permintaan. Mekanisme dan teknis perlindungannya, serahkan kepada kami,” katanya.

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.