KPK: Teror dan Ancaman Tak Pengaruhi Penyidikan E-KTP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Febri Diansyah, Kepala Biro Humas KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Febri Diansyah, Kepala Biro Humas KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah, mengatakan teror yang menimpa penyidik utama KPK, Novel Baswedan, tak menghentikan pengusutan megakorupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Dua pekan sejak Novel tak bekerja, KPK tetap memanggil sejumlah saksi perkara itu. “Kami tetap bekerja, baik untuk penyidikan maupun pengembangan kasus,” ucap Febri, Senin, 24 April 2017.

    Selama Novel absen, penyidik telah memanggil setidaknya 15 saksi yang berkaitan dengan kasus e-KTP, baik untuk tersangka pengusaha Andi Agutinus maupun tersangka anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Miryam S. Hariyani. Khusus terhadap Miryam, penyidik juga akan menjeratnya dengan dugaan pidana memberikan keterangan palsu di pengadilan saat bersaksi untuk terdakwa bekas pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.

    Baca juga:
    Kasus Korupsi E-KTP, KPK Perpanjang Penahanan Andi Narogong

    Proyek E-KTP, Dakwaan Sebut 40 Penerima Suap. Siapa Saja?

    Dalam menyidik keterlibatan Andi, KPK telah memanggil adiknya, Vidi Gunawan; sejumlah pejabat Kementerian Dalam Negeri, seperti Diah Anggraeni; serta bekas petinggi beberapa perusahaan yang menjadi peserta dan pemenang lelang proyek senilai Rp 5,8 triliun itu. Adapun dalam kasus keterangan palsu, KPK memeriksa sejumlah orang yang dianggap mengetahui adanya ancaman dan intimidasi terhadap Miryam, seperti pengacara Elza Syarief, Irman, dan Sugiharto.

    “Perkembangan dua penyidikan kasus berjalan lancar dan signifikan seusai pemeriksaan,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, yang enggan mendetailkan hasil penyidikan sementara.

    INDRI MAULIDAR

    Simak:
    Kabar Kesehatan Novel Baswedan, 13 Hari dalam Perawatan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.