Cerita Satu Setengah Jam Megawati Berziarah di Makam Bung Karno

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum PDI P, Megawati Soekarnoputri meneriakkan salam kebangsaan ketika menyampaikan pidato politiknya pada acara HUT ke-44 PDI Perjuangan di JCC, Senayan, Jakarta, 10 Januari 2017. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Ketum PDI P, Megawati Soekarnoputri meneriakkan salam kebangsaan ketika menyampaikan pidato politiknya pada acara HUT ke-44 PDI Perjuangan di JCC, Senayan, Jakarta, 10 Januari 2017. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Blitar - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri berziarah ke makam Bung Karno di Blitar. Didampingi Wakapolri, Kepala BIN, dan sejumlah pejabat teras PDIP, kedatangan putri proklamator itu dilarang diliput media.

    Kedatangan Megawati Soekarnoputri ke makam ayahnya di Kelurahan Bendogorit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Senin 24 April 2017, mengejutkan para peziarah. Kompleks makam yang sejak pagi dibuka untuk umum mendadak disterilkan dari pengunjung. Masyarakat dilarang mendekati makam Bung Karno yang berada satu kompleks dengan Perpustakaan Bung Karno.

    Baca: Bicara Kartini, Menteri Khofifah Sebut Megawati

    Megawati yang tiba di kompleks makam dengan pengawalan ketat aparat kepolisian langsung menuju pusara ayahnya. Di belakangnya mengikuti Kepala Badan Intelejen Negara Jenderal Budi Gunawan, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Syaifuddin Kambo, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Mahfud Arifin, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Wakil Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat, dan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

    Sayang aktivitas Megawati di makam Bung Karno tak bisa terpantau dengan jelas. Aparat kepolisian melarang siapapun mendekat ke pagar makam dengan membuat pagar betis. “Ibu tidak menghendaki ada foto dan wawancara,” kata seorang pria tegap yang memayungi Megawati sejak turun dari kendaraan hingga menuju makam, Senin 24 April 2017.

    Pantauan di lokasi menunjukkan Presiden RI ke-5 ini tampak mengenakan kemeja lengan panjang warna putih dipadu celana gelap. Begitu turun dari kendaraan Toyota Alphard hitam nomor polisi N 507, Megawati langsung berjalan menaiki tangga menuju gerbang makam tanpa menyapa masyarakat di sekitarnya.

    Baca: PDIP Lamongan dan Bojonegoro: Ibu Megawati Belum Saatnya Pensiun

    Hampir selama satu setengah jam Megawati dan rombongan berada di pusara Bung Karno. Rombongan ini baru beranjak meninggalkan pusara setelah seorang anggota TNI terlebih dulu meminta wartawan menjauh dari pintu makam. Menurut dia, Megawati tidak akan beranjak meninggalkan makam jika masih ditunggu wartawan.

    Kunjungan senyap itu terus berlanjut hingga rombongan Megawati masuk ke kendaraan dan meninggalkan makam. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang dikenal akrab dengan wartawan dan memberikan keterangan turut mengunci mulut. “Ini mau ke rumah dinas (Wali Kota Blitar),” ujarnya singkat sambil buru-buru masuk ke dalam mobil.

    Sikap yang sama disampaikan Djarot Syaiful Hidayat yang tampak berjalan belakangan. Bekas Walikota Blitar ini hanya menyampaikan jika kedatangan Megawati untuk berziarah ke makam ayahnya. Hal ini merupakan kegiatan rutin Megawati menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. “Hanya nyekar saja,” katanya singkat.

    Baca: Megawati Pensiun, Apa Dampaknya bagi Kinerja Partai di Pilkada?

    Saat ditanya perihal kekalahannya dalam pilkada Provinsi DKI, Djarot buru-buru masuk ke dalam mobil. Pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu tak menggubris pertanyaan yang dilontarkan wartawan kepadanya.

    Sementara itu meski kedatangan Megawati untuk berziarah jelang puasa merupakan kegiatan tahunan, namun tak biasanya didampingi sejumlah pejabat Polri seperti saat ini. Bahkan Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Sabilul Alif tampak memimpin sendiri pengamanan lalu lintas di depan makam. Usai berada di rumah dinas Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar, rombongan bergerak ke Malang menuju Lanud Abdulrahman Saleh untuk bertolak ke Jakarta.

    HARI TRI WASONO

    Baca: Masalah SARA Marak, Megawati Kutip Ucapan Bung Karno  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.