Pilkada Jawa Barat, Golkar Mulai Bahas Calon pada Juni Nanti  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yorrys Reweyai. TEMPO/Hariandi Hafid

    Yorrys Reweyai. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Golongan Karya belum mulai pembahasan soal calon gubernur yang bakal diusung dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2018. Ketua Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan proses penentuan calon Gubernur Jawa Barat baru akan digelar Juni mendatang.

    "Untuk pilkada 2018 sudah kami wacanakan, tapi (pembahasan) mulai Juni," ucap Yorrys di Jakarta, Senin, 24 April 2017. Pembahasan itu tak hanya menyangkut Jawa Barat, tapi juga daerah lain yang menggelar pilkada serentak pada 2018.

    Baca: Pilkada Jawa Barat, Giliran Ridwan Kamil Diserang Isu Agama

    Ditanyai, apakah figur Ridwan Kamil yang saat ini menjabat Wali Kota Bandung masuk dalam radar Partai Golkar, Yorrys mengaku belum tahu. Sebab, ujar dia, mekanisme pembahasan calon kepala daerah, khususnya wilayah Jawa dan Sumatera, bukan di bidangnya. "Itu bukan wewenang saya, tapi ketua pemenangan," ujarnya.

    Beberapa tokoh mulai muncul ke permukaan untuk menghadapi pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Lembaga survei Indo Barometer belum lama ini merilis hasil survei tingkat elektabilitas beberapa calon kuat. Mereka diperkirakan bakal meramaikan bursa pemilihan Gubernur Jawa Barat nanti.

    Baca juga: Pilgub 2018 Ridwan Kamil Siap Gandeng Bupati Tasikmalaya, Asal...

    Hasil survei menunjukkan elektabilitas Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungguli kandidat lain yang diperkirakan maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat. Mereka ialah Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi; Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar; istri Gubernur Ahmad Heryawan, Netty Prasetyani Heryawan; dan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf.

    ADITYA BUDIMAN | AMINUDDIN A.S.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.