Di Manado, Jusuf Kalla Uraikan Soal Apa Itu Islam Jalan Tengah?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku keluarga Afif juga turut menghadiri acara lamaran dan perkenalan kedua belah pihak keluarga besar Bella maupun Afif ini. instagram.com

    Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku keluarga Afif juga turut menghadiri acara lamaran dan perkenalan kedua belah pihak keluarga besar Bella maupun Afif ini. instagram.com

    TEMPO.CO, Manado -  Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Islam di Indonesia merupakan Islam jalan tengah, Islam moderat yang memiliki ciri-ciri pergaulan hidup yang berbeda dengan Islam di Timur Tengah. "Islam jalan tengah, Islam moderat. Islamnya sama, tapi cara gaya hidupnya, pergaulannya lebih kepada suatu yang dapat bersama berdampingan secara sesama agama maupun dengan agama yang lain dengan baik," katanya, dalam kuliah umum di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, Minggu, 23 April 2017.

    Wapres mengatakan, hampir semua negeri-negeri Islam di Timur Tengah terjadi pertikaian dan konflik. Irak, Yaman, Suriah dan sejumlah negara lainnya. Perbedaan pandangan dalam Islam seringkali menjadi salah satu amunisi sehingga terjadi perang.

    Baca: Jusuf Kalla: Muslim Indonesia Tebarkan Islam Damai

    Berbeda dengan Indonesia. "Islam di Indonesia dibawa pedagang yang lebih transaksional bukan panglima perang," katanya pula. Hal ini membuat Islam di Indonesia moderat.  Para wali yang menyebarkan agama Islam menggunakan jalan tradisi. Transisi yang terjadi dari agama Hindu atau Buddha ke dalam Islam berjalan dengan baik, sehingga dapat hidup berdampingan.

    Kalla mencontohkan, candi di Indonesia masih berdiri, seperti Borobudur. "Kalau negara lain Borobudur mungkin sudah hilang, tapi kami memelihara sebagai peninggalan bangsa," katanya lagi. Selain itu, Islam di Indonesia relatif tidak memiliki perbedaan yang mencolok, kata Wapres lagi.

    Karena itu, Wapres berharap agar IAIN mampu menjaga Islam di Indonesia tetap di jalan tengah, moderat. Apalagi kini Indonesia menjadi acuan bagi berbagai negara dalam mengembangkan kerukunan.  Wapres menilai, kini belajar Islam di negara-negara Islam yang tengah dilanda peperangan dan konflik tidak lagi relevan, mengingat tidak ada lagi peradaban dan akhlak.

    "Islam pada dasarnya agama peradaban dan akhlak, masih adakah peradaban dan akhlak di negara-negara itu pada dewasa ini. Tiap hari hanya kita lihat saling membunuh, saling mengebom, saling menzalimi satu sama lain," katanya pula.

    Karena itu, IAIN sebagai tempat menempa ilmu, menurut Wapres harus mampu menunjukan kualitas pendidikannya dengan menjadikan agama Islam yang maju. Usai memberikan kuliah umum, Jusuf Kalla menandatangani prasasti Masjid Al-Jamiah di Kampus IAIN Manado.


    Wakil Presiden Jusuf Kalla berada di Manado, Sulawesi Utara, untuk kunjungan kerja selama dua hari, 23-24 April 2017.  "Wapres akan menghadiri Pekan Kerukunan Nasional dan Pembukaan Global Christian Youth Conference Minggu 23 April 2017," kata juru bicara Wapres, Husain Abdullah dalam siaran persnya, Minggu, 23 April 2017.

    Kehadiran Jusuf Kalla di acara tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuannya dengan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey di Kantor Wakil Presiden, Merdeka Utara Jakarta, pada 6 7April 2017. Kedatangannya Olly didampingi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Utara H.W.B Sumakul dan Panitia FKUB Lucky Rumopa, serta Ketua Lembaga Paskah Nasional Shepherd Supit.

    ANTARA | AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.