Menteri Yohana Dicurhati Warga Makassar Soal Anak Isap Lem  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Makassar – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yohana Susana Yembise mengunjungi warga Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, Kota Makassar.

    Dalam kunjungannya Menteri Yohana ingin mendengarkan keluhan perempuan dan anak di kompleks rusunawa tersebut.

    Seorang warga Rusunawa, Masita, 53 tahun, mengatakan permasalahan yang banyak dialami anak-anak adalah maraknya pengisap lem aibon dan berjudi. "Anak-anak yang isap lem itu rata-rata berusia 8-12 tahun," ucap Masita, Minggu, 23 April 2017.

    Baca: BNN Tegal Sinyalir Narkoba Masuk Lewat Pelabuhan Kecil

    Masita melanjutkan, anak-anak yang mengisap lem ini juga berdampak negatif kepada lingkungan sekitar. Sebab, setelah mengisap lem, sisanya itu diambil oleh anak berusia lebih kecil. "Orang dari luar juga masuk, kalau jam 8 malam penuh itu anak-anak di sini mengisap lem, kalau siang main judi lagi," tutur dia.

    Bahkan, ucap dia, Bintara Pembina Desa (Babinsa) sudah sering menegur dan memukuli anak yang ketahuan. Namun tetap saja tak ada efek jera. "Sudah juga ditanya orang tuanya anak tapi tetap saja tak ada efek jera," ujar Masita.

    Baca: Polisi Dalami Pemasok Sabu di Kampung Narkoba Makassar

    Selepas Menteri Yohana mendengar cerita tersebut, ia mengatakan kasus semacam ini terjadi di seluruh Indonesia mulai Aceh hingga Papua. Menurut dia, butuh pendampingan keluarga karena isap lem aibon sudah mengancam anak-anak sekarang.

    "Semua terjadi di Indonesia, mulai narkoba isap lem sampai dengan macam-macam obat yang dicampuri minuman kemudian dikonsumsi anak," tutur Yohana. "Ini yang susah kami tangani."

    Baca: Yasonna: Jumlah Tahanan Narkoba Naik 70 Ribu dalam Dua Tahun

    Itu sebabnya, dia menambahkan, apabila dibiarkan hal tersebut dapat merusak generasi bangsa. Untuk itu, kata dia, perlu kerja sama dengan orang tua, organisasi masyarakat, serta yayasan pembinaan anak dan perempuan.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.