Transformasi Untuk Negeri

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Transformasi Untuk Negeri

    Transformasi Untuk Negeri

    INFO NASIONAL - Bank Indonesia (BI) kini bertransformasi demi memberikan yang terbaik terhadap perekonomian bangsa. Direktur Eksekutif Pusat Program Transformasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko mengatakan bank sentral yang bagus akan membawa dampak positif kepada sebuah negara. ”Melihat kondisi dunia saat ini yang sudah sangat maju, tidak ada pilihan lain selain berubah,” katanya.

    Karena itu, BI memperkuat tiga fungsi utamanya, yakni moneter, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran. “Kami sedang memerangi yang sekarang disebut stubborn inflation. Kami juga memerangi nilai tukar yang naik-turun,” ucapnya. Di samping itu, Onny menuturkan BI berusaha mewujudkan fungsi payment system yang aman, lancar, dan efisien.

    Sejatinya, transformasi ini sudah berjalan sejak Juni 2013, yang ditandai dengan perubahan visi BI. Kini BI memiliki visi untuk menjadi lembaga bank sentral yang kredibel dan terbaik di regional. “Tadinya tidak ada kata terbaik. Karena itu, kami tidak ingin menjadi bank sentral yang biasa-biasa saja,” ujarnya.

    Perubahan visi tersebut berdasarkan kondisi yang terjadi saat ini, seperti revolusi industri yang sudah memasuki gelombang keempat, adanya pengalihan fungsi pengawasan ke Otoritas Jasa Keuangan, serta fungsi baru sebagai makroprudensial. “Di samping itu, kami perlu keluar dari zona nyaman untuk menuju arah yang lebih baik,” tuturnya.

    Karena itu, BI membuat lima tema transformasi, di antaranya Policy Excellence, yang bertujuan meningkatkan kualitas dan efektivitas kebijakan BI; Outstanding Execution, yang bertujuan meningkatkan efisiensi, ketepatan waktu, dan kualitas proses di seluruh satuan kerja; dan Institutional Leadership, yakni memiliki program-program yang leading dan proaktif di antara lembaga-lembaga lain di Indonesia. “Kami siap membantu semua stakeholder yang berhubungan dengan kami,” katanya.

    Demi mendukung terwujudnya tema tersebut, dibutuhkan peningkatan kemampuan, kapabilitas, dan motivasi pegawai BI (Motivated Organization). Tak cukup sampai di situ, pemanfaatan teknologi terkini dan mutakhir mutlak diperlukan (State of the Art Technology). Untuk mencapai target menjadi yang terbaik, perubahan juga sangat dibutuhkan dari setiap aspek di dalamnya. Karena itu, BI menanamkan lima nilai strategis (value) yang dibutuhkan setiap pegawai, yaitu trust & integrity, professionalism, excellence, public interest, dan coordination & teamwork. “Setiap orang yang bekerja di BI harus bisa dipercaya, memiliki integritas, dan tidak cepat berpuas diri. Itu yang ingin dibangun sebagai identitas kami di dalam nilai-nilai strategis,” ujarnya.

    Selain menjadi bank sentral yang kredibel dan terbaik di regional, dengan transformasi ini, BI juga memiliki beberapa target, seperti financial inclusion index yang meningkat atau dengan kata lain masyarakat yang berada di pelosok semakin mengenal lembaga keuangan dan menargetkan inflasi sekitar 3 persen. Volatilitas nilai tukar rendah dengan pasar valas yang lebih dalam dan penggunaan sarana kebijakan inovatif yang terarah.

    Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Onny juga menjelaskan, akan terdapat dua fase dari lima tema tersebut yang dibagi per lima tahun. Pada fase pertama (2015-2019), BI akan merestrukturisasi atau membangun kembali segala yang dibutuhkan, yang dilanjutkan dengan penguatan untuk mencapai target. Fase kedua (2019-2024) merupakan fase membentuk end state guna menjadi yang terbaik. ”Terbaik tidak hanya sekadar kata-kata, tapi inflasi bagus, nilai tukar stabil, yang akhirnya semua ke negara, pertumbuhan menjadi bagus,” ucapnya.

    Di samping itu, wajah transformasi lain BI adalah memiliki target komunikasi, termasuk dengan media massa. Dengan demikian, hal itu akan menunjukkan “keterbukaan” BI. Onny mengatakan hal yang sudah bisa terlihat adalah distribusi uang yang disertai dengan peningkatan kualitasnya. Kedua, sekarang BI melakukan kerja sama dengan industri melalui pembuatan kas titipan.

    Selama dua tahun, ada lebih dari 60 kas titipan di seluruh Indonesia melalui kerja sama tersebut. Dengan demikian, peningkatan kemampuan BI mendistribusikan uang tersebut semakin terasa. “Lalu soal NPG (national payment gateway) hanya menunggu waktu. Nanti Juli sudah dilaksanakan. Dengan adanya BI 7-Day (Reverse) Repo Rate sekarang, kita lihat bunganya 4,75 persen. Itu realitas saat ini,” tuturnya.

    INFORIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.