Pilgub Jawa Barat 2018, Hanura Dukung Pencalonan Dedi Mulyadi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan petinju Chris John beradu panco di ruang tamu rumah dinas bupati, di jalan Gandanegara, Purwakarta, 3 April 2017. Kunjungan petinju

    Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan petinju Chris John beradu panco di ruang tamu rumah dinas bupati, di jalan Gandanegara, Purwakarta, 3 April 2017. Kunjungan petinju "The Dragon" tersebut dalam rangka persiapan Festival Bela Diri Dunia di Purwakarta yang akan dihelat, pada 21 April mendatang. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Bandung - Dewan Pimpinan Daerah Partai Hanura Jawa Barat telah menggenapkan suara untuk menyokong Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat pada Pilkada 2018. Hal itu ditentukan setelah DPD menghimpun suara dukungan dari 24 Dewan Pimpinan Cabang Hanura di Rapat Kordinasi Daerah Hanura Jabar.

    "Terkait Pilgub, tadi malam DPD melakukan penjaringan, muncul beberapa nama tadi malam memang menguat nama Kang Dedi yang diusulkan 24 DPC dari 27 DPC se-Jabar," ujar Ketua DPD Hanura Jawa Barat Fitrun Fitriansyah kepada Tempo, Sabtu, 22 April 2017.

    Baca : Cegah Konflik Pilkada DKI ke Pilgub Jabar, Golkar-Hanura Koalisi

    Sinyal dukungan Hanura kepada Dedi Mulyadi memang sudah terlihat sejak Partai Hanura membangun koalisi dengan Partai Golkar untuk Pilgub Jabar 2018. Hanura dan Golkar pun merangkul Partai Kebangkitan Bangsa membangun koalisi yang diberi nama Koalisi Jabar.

    Fitrun menambahkan, hasil rapat tersebut akan disampaikan ke pengurus pusat Hanura. "Tentu finalnya nanti kita menunggu putusan final DPP dan kita pasti tegak lurus dengan arahan Ketum DPP," ujarnya.

    Sementara itu, Dedi Mulyadi masih menunggu keputusan Partai Golkar untuk maju menjadi bakal calon Gubernur Jawa Barat dari partai beringin tersebut. Hasil keputusan itu akan diketahui setelah Golkar menggelar rapat pimpinan, 26 April 2017.

    Simak juga :  Tingalan Jumenengan Lancar, Sinyal Konflik Keraton Solo Mereda?

    Namun, ia belum secara bulat menyatakan maju untuk menjadi bakal calon gubernur Jawa Barat dari Partai Golkar. Ia mengatakan, dirinya lebih baik merancang gagasan terlebih dahulu daripada memikirkan siapa yang maju.

    "Hasilnya setelah rapim. Saya pikir, kita bikin kerangka gagasan dilu untuk bangin jabar. Jangan nama-nama dulu," ujar Dedi kepada wartawan, Jumat, 21 April 2017.

    IQBAL LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.