Djan Faridz Koreksi Pernyataan Dekati Kubu Anies-Sandi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua PPP Djan Faridz (tengah) memberikan keterangan pers terkait pemecatan Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Haji Lulung di kantor DPP PPP Jakarta, 13 Maret 2017. TEMPO/Amston Probel

    Ketua PPP Djan Faridz (tengah) memberikan keterangan pers terkait pemecatan Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Haji Lulung di kantor DPP PPP Jakarta, 13 Maret 2017. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz mengoreksi pernyataannya beberapa waktu lalu terkait rencana untuk mendekati Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

    Djan mengungkapkan, tahapan Pilgub DKI Jakarta sudah selesai dan kini tinggal menunggu keputusan resmi dari KPUD. Ia berharap, Anies-Sandi yang menang versi Quick Count akan meneruskan semua program Ahok-Djarot yang selama ini sangat bermanfaat bagi warga Jakarta. "Harapan saya ini jangan dimaknai saya menyebarang ke kubu Anies-Sandi. Karena kita sudah menyepakati bahwa tahapan Pilgub sudah selesai. Kompetisi kini berubah menjadi rekonsiliasi supaya panasnya suhu politik saat Pilgub kembali adem," kata Djan dalam rilis yang diterima, Sabtu, 22 April 2017.

    Baca juga: Ahok Kalah, Djan Faridz Merapat ke Anies-Sandi

    Djan berharap, sikapnya ini tak dimaknai telah membelot ke Anies-Sandi. Sebab, pasangan tersebut pada Oktober mendatang bakal resmi menjadi pemimpin Jakarta. Bukan hanya pemimpin bagi pemilihnya pada 19 April lalu, Anies-Sandi juga akan menjadi pemimpin bagi warga yang mendukung dan memilih Ahok-Djarot.

    "Saya menyampaikan selamat dan mengharapkan program-program yang dijanjikan Anis-Sandi kepada rakyat Jakarta dapat dijalankan sesuai harapan kita semua sebagai warga Jakarta, di kepemimpinan beliau dimasa mendatang," ucap Djan.

    Sedangkan kebijakan DPP PPP terhadap ketua DPW DKI Lulung Lunggana yang sebelumnya dipecat lantaran mendeklarasikan dukungannya pada Anies-Sandi, tidak akan berubah. “Karena itu menyangkut pelanggaran H. Lulung terhadap AD ART PPP,” kata Djan.

    Pada Kamis 20 April lalu, Djan mengungkapkan rencananya mendekati Anies Baswedan - Sandiaga Uno setelah calon yang diusungnya, Basuki Purnama alias Ahok-Djarot Saiful gagal memenangi ajang coblosan Gubernur DKI Jakarta.

    “Kan Islam banget, coba kita jualan. Siapa tahu dia mau, kan temen juga. Ngedeketin supaya program kita diterima sama beliau,” kata Djan saat ditemui di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.

    DESTRIANITA | CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.