Jokowi Terinspirasi Pelajar Tunarungu Rahel Ayustine

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pekalongan, Jawa Tengah, 8 Januari 2017. Presiden berpesan kepada santri untuk lebih selektif dalam memilh informasi melalui media sosial yang berkaitan dengan kebencian dan SARA. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pekalongan, Jawa Tengah, 8 Januari 2017. Presiden berpesan kepada santri untuk lebih selektif dalam memilh informasi melalui media sosial yang berkaitan dengan kebencian dan SARA. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi memiliki program khusus di laman Facebook resminya, yakni #JokowiMenjawab. Program tersebut ditujukan kepada netizen untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada Presiden.

    Program tersebut dirancang dalam bentuk video, di mana seorang netizen merekam pertanyaan tersebut dan Jokowi menjawabnya melalui video yang ia rekam.

    Baca juga: Impian Presiden Jokowi : Pasar Klewer Melebihi Mal

    Pada episode ketiga, Jokowi mendapatkan inspirasi dari semangat yang ditunjukkan oleh pelajar Indonesia bernama Rahel Ayustine. Meski kondisi fisik Rahel mengalami keterbatasan yakni tunarungu, tapi ia tetap bersemangat untuk mengembangkan prestasinya.

    "Saya tunarungu tapi bisa berbicara dengan Bapak Jokowi. Saya punya satu pertanyaan. Kapan membangun program pertukaran pelajar bagi orang yang tunarungu, tuli, dan bisu biar bisa dikembangkan prestasinya? Terima kasih pak Jokowi," ucap Rahel dalam video berjudul ‘Inspirasi dari Rahel’ yang dikutip pada Sabtu, 22 April 2017.

    Melihat dan mendengar pertanyaan Rahel, Jokowi mengucapkan terima kasihnya kepada gadis berusia 17 tahun itu. "Rahel, terima kasih. Rahel telah memberikan inspirasi kepada kita semuanya bahwa kita tidak boleh menyerah dalam kondisi apa pun, dalam situasi apa pun," kata Jokowi.

    Menjawab pertanyaan Rahel, Jokowi menuturkan bahwa pemerintah telah memberikan hak serta peluang yang sama terhadap anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan. Untuk pelajar berkebutuhan khusus, mereka akan ditangani oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    "Selain sekolah luar biasa, ada sekolah inklusi, sekolah reguler yang juga melayani pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus," tutur Joko Widodo.

    Adapun Informasi program bagi anak berkebutuhan khusus bisa diakses melalui web http://pklk.kemdikbud.go.id atau di http://ult.kemdikbud.go.id.

    "Silakan Rahel menghubungi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Di situ ada peluang untuk mendapatkan pendidikan yang sama seperti anak-anak yang lain," kata Jokowi.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.