Kalah Pilkada DKI, Djarot Berpeluang Calon Wakil Gubernur Jatim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghadiri acara pembekalan penggerak militan perempuan yang diselenggarakan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz di pelataran Masjid Al-Huda, Jalan Talang nomor 3, Menteng, Jakarta Pusat,  Sabtu, 28 Januari 2017. TEMPO/Larissa

    Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghadiri acara pembekalan penggerak militan perempuan yang diselenggarakan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz di pelataran Masjid Al-Huda, Jalan Talang nomor 3, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 28 Januari 2017. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya Novri Susan berpendapat bahwa Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sangat berpeluang maju sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur.

    "Peluang sangat terbuka lebar untuk ikut di Pilkada Jatim 2018 jika akhirnya dinyatakan Anies-Sandi yang memenangkan Pilkada Jakarta," kata Novri ketika dikonfirmasi, Rabu, 19 April 2019.

    Baca: Tiga Kandidat Calon Gubernur Jawa Timur Versi Lembaga Survei

    Menurut Novri, Djarot yang merupakan kader PDI Perjuangan masih memiliki ikatan emosional dengan warga Jaawa Timur. Djarot pernah menjadi Wali Kota Blitar dua periode. Selain itu, keikutsertaannya dalam Pilkada DKI Jakarta mendongkrak tingkat popularitasnya secara nasional, sehingga terbuka lebar peluang partainya untuk mengusung.

    "Beliau memiliki modal besar. Selama di DKI sebagai wakil gubernur, beliau dianggap sukses mendampingi Ahok. Nah, sekarang tinggal mengemas jika betul-betul ingin ikut di Jawa Timur agar tidak menimbulkan resistensi di masyarakat," kata Novri menyarankan.

    Simak: Pilkada Jatim, NasDem Pertimbangkan Gus Ipul dan Khofifah

    Akademisi bergelar doktor itu juga menyebut posisi paling tepat bagi Djarot adalah sebagai wakil gubernur karena di Jakarta juga demikian. Jika dipaksakan calon gubenur justru terkesan tidak baik di Jawa Timur.

    "Secara psikologis di masyarakat juga negatif. Berbeda jika hanya wakil yang diyakini namanya tetap mengangkat dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat," kata Novri.

    Lihat: Pilkada Jatim, Bupati Banyuwangi Masuk Bursa? 

    Dosen FISIP Unair ini juga mengatakan Djarot lebih cocok berpasangan dengan Saifullah Yusuf atau Khofifah Indar Parawansa karena merupakan representasi nasionalis.

    Sejumlah nama sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur mulai disebut-sebut, terutama dari kalangan birokrat, seperti Kepala Dinas Perhubungan Wahid Wahyudi, Inspektur Nurwiyatno, Asisten II Pemerintah Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Heru Tjahjono.

    Adapun calon gubernur yang kerap muncul di pemberitaan media massa, yaitu Wali Kota Tri Rismaharani, Khofifah dan Saifullah Yusuf, yang kini menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur.

    ANTARA

    Baca:
    Pilkada Jawa Timur 2018, Menteri Khofifah: Saya `Cek Sound` Dulu
    Survei Pilkada Jawa Timur, Gus Ipul, Khofifah dan Risma Populer


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.