Sudah 8 Hari Dirawat, Mata Novel Baswedan Masih Berkabut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK, Novel Baswedan, saat tiba di Jakarta Eye Center  Menteng, Jakarta Pusat, 11 April 2017. Novel Baswedan dirujuk di Jakarta Eye Center untuk mendapatkan perawatan secara intensif guna menyembuhkan mata kirinya yang terluka parah, setelah dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik KPK, Novel Baswedan, saat tiba di Jakarta Eye Center Menteng, Jakarta Pusat, 11 April 2017. Novel Baswedan dirujuk di Jakarta Eye Center untuk mendapatkan perawatan secara intensif guna menyembuhkan mata kirinya yang terluka parah, setelah dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi mata penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan belum pulih. Saat ini, Ketua Satuan Tugas Penyidik Korupsi e-KTP itu masih menjalani perawatan intensif di Singapura.

    Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, secara umum kondisi fisik Novel sudah membaik. Namun, penglihatannya belum jernih. "Pandangan mata masih berkabut," katanya melalui pesan pendek, Selasa, 18 April 2017.

    Baca: KPK Bantah Mengiba ke Jokowi untuk Pengobatan Novel Baswedan

    Febri mengatakan, pemeriksaan dokter bakal dilakukan Rabu, 19 April 2017. Dokter belum mengoperasi mata Novel lantaran ada masalah dengan korneanya. "Masih menunggu perkembangan satu minggu ini untuk operasi," ujar Febri.

    Novel akan dioperasi jika tak ada pertumbuhan selaput kornea. "Cangkok kornea, yang paling baik dari keluarga," kata Febri.

    Novel Baswedan berobat di klinik mata di Singapura untuk penyembuhan pasca-disiram air keras oleh pengendara sepeda motor di dekat rumahnya, Selasa, 11 April 2017. Ketika itu, dia pulang dari salat subuh di masjid dekat rumahnya di Kepala Gading, Jakarta Utara.

    Baca juga: Polisi Periksa 19 Saksi Novel Baswedan Diserang, Ada Sidik Jari?  

    Polisi masih memburu pelaku yang diduga dilakukan dua orang. Hingga saat ini belum jelas apa motif penyerangan tersebut.

    MAYA AYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.