Perpustakaan di Bandung Ini Berdinding 2.000 Limbah Wadah Es Krim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Microlibrary, perpustakaan unik tingkat kelurahan di Jalan Bima 100 B, Kota Bandung. TEMPO/Anwar Siswadi

    Microlibrary, perpustakaan unik tingkat kelurahan di Jalan Bima 100 B, Kota Bandung. TEMPO/Anwar Siswadi

    TEMPO.CO, Bandung - Sebuah bangunan perpustakaan di Bandung, Jawa Barat, berwujud unik. Dindingnya terbuat dari susunan limbah wadah es krim. Bernama Microlibrary, dindingnya yang sebagian berlubang itu berfungsi sebagai ventilasi.

    Perpustakaan seluas 160 meter persegi tersebut berdiri di Jalan Bima Nomor 100 B. Terdiri dari dua lantai, ruang perpustakaan berada di bagian atas. Kolongnya yang dibiarkan terbuka, menjadi ruang serba guna. Salah satunya digunakan untuk latihan tarian modern grup kabaret anak sekolah.

    Baca juga: Sungai di Bandung Bakal Disulap Seperti di Korea  

    Seorang pengelola tempat itu, Devih Desdian Dwi Hendra mengatakan, ada hampir dua ribu wadah bekas es krim yang dipakai. Semuanya berwarna putih, berbentuk segi empat, seperti ember kecil. "Harga per wadahnya Rp 10 ribu," katanya saat ditemui di lokasi, Senin, 17 April 2017.

    Tiap wadah bekas es krim itu dibaut ke papan-papan baja yang saling mengapit. Wadah ada yang bagian bawahnya dilubangi sehingga menjadi akses udara. Dinding itu kemudian dilapis lagi bagian dalamnya oleh jendela-jendela geser berangka aluminium. Wadah bekas itu pun disusun untuk menampilkan kode binari. "Kalimatnya, buku adalah jendela dunia," kata Devih yang juga Ketua Karang Taruna Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo itu.

    Jumlah buku yang ada saat ini sekitar 700 judul. Kebanyakan, ujar Devih, buku untuk anak Sekolah Dasar sekitar 40 persen. Selebihnya buku agama, novel, ilmu pengetahuan, politik, dan bisnis. Dibuka sejak 5 September 2015 dan diresmikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Microlibrary buka setiap hari dari pukul 08.00-16.00 WIB. "Ini salah satu perpustakaan tingkat kelurahan," kata Devih.

    Pembuatan Microlibrary hasil kerja sama Pemerintah Kota Bandung, Dompet Dhuafa, Suryawinata Heinzelman Architecture Urbanism (SHAU), serta Indonesian Diaspora Foundation. SHAU sebagai arsitek bangunan itu, lewat akun Facebook mereka menyatakan, karya tersebut meraih salah satu penghargaan di ajang Architizer A+ Awards 2017 untuk kategori Arsitektur Komunitas.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.