Akses Bandara Kulon Progo-Borobudur Dongkrak Jumlah Turis 3 Kali Lipat?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Mariette Jet Bussemaker (kedua dari kanan) mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Rabu 15 Februari 2017. (dok. Rurry/TWC Borobudur)

    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda Mariette Jet Bussemaker (kedua dari kanan) mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Rabu 15 Februari 2017. (dok. Rurry/TWC Borobudur)

    TEMPO.CO, Semarang - Dinas Pariwisata Jawa Tengah meyakini akses jalan dari Bandara Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, ke destinasi wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, mampu menaikkan tingkat kunjungan wisatawan hingga tiga kali lipat dari sekarang. Keberadaan akses jalan yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum itu bagian dari perintah Presiden Joko Widodo.

    “Begitu bandara dibangun, akses ke mana-mana disiapkan,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah Urip Sihabudin, Selasa, 18 April 2017.

    Baca juga:
    Presiden Jokowi 'Babat Alas' Bandara Baru di Kulon Progo
    Menhub : Bandara Kulon Progo Beroperasi Maret 2019

    Menurut hitungan yang ia sampaikan, kenaikan tiga kali lipat kunjungan itu berdasarkan rata-rata kunjungan wisatawan mancanegara saat ini yang mencapai 576 ribu per tahun dengan rata-rata pertumbuhan per tahun 100-200 ribu.

    “Ini bisa untuk mengejar target 1,2 juta kunjungan wisatawan asing tahun 2019. Kami optimistis,” ucap Urip.

    Urip berujar, pemerintah sebenarnya telah membangun dua akses jalan dari Bandara Kulon Progo ke Borobudur, masing-masing jalan raya dan jalur rel kereta. Pembangunan jalan dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan sudah pada tahap detail engineering design (DED), sedangkan rel kereta masih butuh waktu.

    Keberadaan infrastruktur akan diimbangi dengan terbentuknya Badan Otoritas Pariwisata (BOP) sebagai penopang layanan pariwisata di kawasan Borobudur. Lembaga yang dibentuk dengan melibatkan pemangku wilayah Jawa Tengah dan DIY itu memang belum mempertemukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Pemprov DIY untuk membicarakan tanggung jawab kinerja masing-masing. Meski begitu, Urip siap dipanggil dalam waktu dekat untuk menjelaskan hal yang harus dilakukan untuk pengembangan Borobudur.

    Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah Trenggono menyatakan Borobudur sebagai spirit bisa menjadi magnet, tak hanya bagi kawasan Joglosemar (Jogja, Solo, dan Semarang), tapi juga Jawa Tengah. Keberadaan candi itu dinilai mampu meningkatkan wisatawan untuk tinggal di Jawa Tengah.

    “Apalagi kami juga menggelar Borobudur Travel 13 hingga 15 Oktober 2017. Itu rutin tahunan,” ujar Trenggono.

    EDI FAISOL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.