Sidang E-KTP, Ketua Tim Teknis Pengadaan Akui Sering Dapat Uang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi E-KTP di Pengadilan Tipikor, Kamis, 30 Maret 2017. MARIA FRANSISCA

    Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi E-KTP di Pengadilan Tipikor, Kamis, 30 Maret 2017. MARIA FRANSISCA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Teknis pengadaan proyek e-KTP Husni Fahmi mengaku kerap mendapatkan uang transport dari panitia pengadaan e-KTP. Pernyataan ini ia ungkapkan dalam sidang korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 17 April 2017.

    "Saya terima uang trasnport dari panitia sebesar Rp 200 ribu, Rp 500 ribu," kata Husni di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, 17 April 2017. Ia mengatakan uang-uang transport itu telah ia kembalikan sebesar Rp 10 juta ke KPK.

    Baca juga:
    Sidang E-KTP, Jaksa Akan Buktikan Penyimpangan Proyek

    Selain uang transport, Husni juga mengaku pernah diongkosi pergi ke Amerika Serikat oleh Johanes Marliem selaku penyedia produk merk L-1 Identity Solutions untuk pengadaan AFIS dalam proyek e-KTP. Kepergiannya ke Amerika dalam rangka menghadiri Biometric Concorcium Conference di Florida bersama Tri Sampurno, anggota tim teknis.

    Saat di pesawat menuju Florida, Husni mengatakan ia diberi uang oleh Tri yang berasal dari Johanes. Uang itu lalu dibagi dua, masing-masing US$ 10 ribu. "Saat sampai di AS bertemu Johanes Marliem saya tanya uang apa ini, kata beliau sebagai keynote speaker dan pembicara workshop," katanya.

    Baca pula:
    Sidang E-KTP, Anas Siap Bantu KPK Beberkan Fakta

    Namun Husni tak dapat membuktikan bahwa uang itu adalah ongkos untuknya sebagai pembicara. Sebab saat meminta keterangan, panitia menolak memberikan. "Panitia menolak karena tidak memberi keterangan ke siapa pun dan mengatakan tidak diizinkan ambil gambar dan rekam," ujarnya.

    Selain uang US$ 10 ribu, Husni jugamengakui mendapatkan tiket pesawat dan hotel. Biaya makan selama sembilan hari di Amerika pun juga ditanggung Johanes.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.